Kecanduan Game Online Masuk Kategori Gangguan Jiwa, Kenali Gejalanya

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:41 WIB
Kecanduan Game Online Masuk Kategori Gangguan Jiwa, Kenali Gejalanya
Dua orang gamers bertanding game Mobile Legend di Jakarta, Minggu (31/5). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Era digital membuat internet sangat erat dengan sendi kehidupan manusia bahkan sejak usia anak-anak.

Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang membuat anak sekolah terpaksa harus belajar jarak jauh secara daring.

Dan menurut riset dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada 2017 menunjukan bahwa tujuh dari sepuluh anak perempuan mengakses internet untuk bermain media sosial.

"Favoritnya adalah Whatsapp, Line dan Instagram. Tujuannya untuk menjalin pertemanan, cari informasi dan mengisi waktu luang. Kita lihat tiga alasan itu sebenarnya bisa kita berikan dalam dunia nyata," kata dokter RSCM Dr. dr. Kristiane Siste, SP.Kj (K) dalam webinar bersama Kemenkes, Rabu (5/8/2020).

Sedangkan anak laki-laki, lanjutnya, sembilan dari sepuluh anak memanfaatkan internet untuk bermain game online dengan alasan untuk mencari tantangan supaya terlihat percaya diri karena kompeten dibandingkan pemain lain.

Ia menyampaikan, permainan online favorit anak dan remaja kebanyakan mobile legend dan PUBG. "Kalau dilihat permainan itu membentuk tim. Jadi sebenarnya relasi dibutuhkan remaja," ujarnya.

Kristiani mengatakan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan kecanduan bermain internet juga termasuk dalam gangguan jiwa.

Dalam International Statistical Classification of Diseases (ICD) 11, WHO menempatkan dua klasifikasi gangguan jiwa. Pertama kriteria gaming atau gangguan kecanduan bermain game dan kedua, gambling disorder atau gangguan berjudi online.

"WHO secara spesifik sudah menetapkan kriteria kapan dikatakan kecanduan judi atau game. Sudah detail sehingha tidak khawatir diagnosis berlebihan," kata Kristiani.

Kristiani menyampaikan, kriteria orang kecanduan internet yang ditetapkan WHO, di antaranya:

1. Apabila anak tidak dapat mengendalikan bermain game. Hal itu berkaitan dengan intensitas. Kalau sebelumnya bermain game hanya 30 menit sehari kemudian bertambah secara berkala bisa sampai 18 jam per hari. Jika sudah seperti itu, orang yang kecanduan akan sulitan mengontrol dirinya jika tidak bermain game online.

2. Lebih memprioritaskan bermain game atau berjudi dibandingkan kegiatan lain. Misalnya, ketika baru bangun tidur langsung mencari ponsel. Hal ini persis seperti seorang pecandu yang mencari narkoba setiap kali baru bangun.

3. Tetap bermain game meski ada risiko negatif terlihat. Misal nilai akademi, menurun, mengantuk di pagi hari tapi tetap bermain game.

"Gejala itu terlihat dalam waktu 12 bulan. Namun bisa kurang kalau gejala berat misal butuh rawat inap dan berpengaruh pada area kehidupan terhadap keluarga, teman, sosial menjadi terganggu," katanya.

Dari pengalamannya menangani pasien, Kristiani menyampaikan, biasanya anak yang kecanduan game online justru merasa cemas saat sedang memainkannya.

Padahal, ciri penggunaan internet sehat justru game online jadi sesuatu yang menyenangkan.

"Ketika seseorang menggunakan game online untuk menghilangkan sedih, kesal itu tidak sehat. Tapi kalau untuk sesuatu menyenangkan itu sehat. Bisa tanya ke anak, ketika maim game apa yang dirasakan, mereka rata-rata kalau sudah kecanduan justru merasa cemas," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkendala Sinyal, Guru Terpaksa Kunjungi Siswa di Rumah

Terkendala Sinyal, Guru Terpaksa Kunjungi Siswa di Rumah

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2020 | 15:23 WIB

Rawan, Begini Langkah Google Jaga Privasi Pengguna dan Pengiklan Digital

Rawan, Begini Langkah Google Jaga Privasi Pengguna dan Pengiklan Digital

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2020 | 13:17 WIB

Trik dan Tips Make Up Tahan Lama Saat Pakai Masker dan Face Shield

Trik dan Tips Make Up Tahan Lama Saat Pakai Masker dan Face Shield

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2020 | 09:10 WIB

Terkini

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB