Mengenal Virus Tick Borne, Ini Gejala dan Kelompok Orang Paling Berisiko!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:29 WIB
Mengenal Virus Tick Borne, Ini Gejala dan Kelompok Orang Paling Berisiko!
Ilustrasi kutu, virus SFTS [Shutterstock]

Suara.com - Di tengah pandemi virus corona Covid-19 yang belum usai, China kembali melaporkan kasus penyakit menular baru yang ditularkan melalui gigitan kutu. Penyakit menular itu disebut dengan virus tick-borne.

Virus tick-borne ini telah menginfeksi hampir 67 orang dan menewaskan sedikitnya 7 korban. Virus dari gigitan kutu ini juga dikenal sebagai Demam Parah dengan Sindrom Trombositopenia (SFTS).

Berbeda dengan SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19, virus SFTS ini bukan pertama kalinya menginfeksi orang.

Demam parah dengan virus sindrom trombositopenia (SFTS) milik keluarga Bunyavirus dan ditularkan ke manusia melalui gigitan kutu. Virus itu pertama kali diidentifikasi oleh tim peneliti di China lebih dari satu dekade lalu.

Beberapa kasus pertama dilaporkan di daerah pedesaan provinsi Hubei dan Henan pada 2009 lalu. Tim peneliti mengidentifikasi virus dengan memeriksa sampel darah dari sekelompok orang yang menunjukkan gejala serupa.

Ilustrasi virus. (Shutterstock)
Ilustrasi virus. (Shutterstock)

Menurut laporan Nature dilansir dari Indian Express, virus SFTS ini membunuh setidaknya 30 persen dari mereka yang terinfeksi. Menurut Sistem Informasi China untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, tingkat kematian kasus sekarang berada di sekitar 16 dan 30 persen.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencantumkan virus SFTS di antara 10 penyakit prioritas teratas. Karena, tingkat penyebarannya dan tingkat fatalitasnya yang tinggi.

Ahli virologi percaya bahwa kutu Asia yang disebut Haemaphysalis longicornis adalah pembawa virus SFTS. Penyakit ini diketahui menyebar antara Maret hingga November.

Para peneliti juga telah menemukan bahwa jumlah total infeksi virus SFTS umumnya mencapai puncak antara April hingga Juli. Selain itu, orang yang paling berisiko terinfeksi adalah peternak, pemburu dan pemilik hewan peliharaan.

baca juga

Karena, mereka adalah kelompok paling sering kontak dengan hewan yang memiliki kutu Haemaphysalis longicornis. Adapun hewan yang biasanya membawa virus ini adalah kambing, sapi, rusa, dan domba.

Gejala virus SFTS

Menurut sebuah penelitian oleh tim peneliti China tahun 2011, masa inkubasi virus antara 7 hingga 13 hari setelah timbulnya penyakit.

Pasien yang menderita penyakit ini biasanya mengalami berbagai macam gejala, seperti demam, kelelahan, kedinginan, sakit kepala, limfadenopati, anoreksia, mual, mialgia, diare, muntah, sakit perut, pendarahan gingiva dan sebagainya.

Beberapa tanda peringatan dini penyakit ini termasuk demam parah, trombositopenia atau jumlah trombosit yang rendah dan leukositopenia, yaitu jumlah sel darah putih yang rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buruan Daftar! Kuota Relawan Uji Vaksin Corona Bandung Tinggal 820 Orang

Buruan Daftar! Kuota Relawan Uji Vaksin Corona Bandung Tinggal 820 Orang

Jabar | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 10:45 WIB

China Temukan Virus Tick-Borne dari Gigitan Kutu, Sudah 67 Orang Terinfeksi

China Temukan Virus Tick-Borne dari Gigitan Kutu, Sudah 67 Orang Terinfeksi

Health | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 09:03 WIB

China Hukum Mati Warga Kanada dengan Tuduhan Produksi Obat Terlarang

China Hukum Mati Warga Kanada dengan Tuduhan Produksi Obat Terlarang

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 05:53 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×