Apakah Susu Hamil dan Susu Khusus Menyusui Penting Untuk Dikonsumsi Ibu?

Senin, 10 Agustus 2020 | 16:53 WIB
Apakah Susu Hamil dan Susu Khusus Menyusui Penting Untuk Dikonsumsi Ibu?
Ilustrasi minum susu. (Shutterstock)

Suara.com - Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Terlebih sejak masa kandungan sampai anak terlahir ke dunia dan berusia enam bulan, ibu menjadi satu-satunya sumber makanan bagi bayi. 

Karena alasan itu juga, penting  bagi ibu untuk mengoptimalkan asupan gizi agar pertumbuhan bayi bisa lebih baik.

Salah satu penunjangnya, kata banyak orang, adalah dengan mengonsumsi susu kehamilan hingga susu khusus untuk ibu menyusui

Pertanyaannya sekarang, apakah hal itu sepadan?

Menurut dokter spesialis obgyn dr. Darrel Fernando Sp.OG menyampaikan, pada dasarnya baik ibu hamil dan ibu menyusui sangat dianjurkan untuk minum susu. Tujuannya agar asupan nutrisi ibu dan anak tercukupi.

"Penting konsumsi susu. Karena pola orang Indonesia asupan kalsium dan vitamin D masih rendah. Kebanyakan karbohidratnya," kata Darrel dalam siaran langsung bersama akun Mother & Baby, Senin (10/8/2020).

Menurutnya, susu khusus ibu hamil dan khusus bagi ibu menyusui mengandung zat gizi yang sangat dibutuhkan.  "Contohnya kalsium, vitamin D, zat besi, omega 3, omega 6, AHA, DAH," tuturnya.

Bagi ibu hamil juga menyusui, kandungan kalsium dan zat besi sangat diperlukan untuk pertumbuhan bayi juga menentukan kualitas produksi Air Susu Ibu atau ASI.

Karena itu, kadar nutrisi yang didapatkan ibu harus berlipat ganda untuk memenuhi asupan gizi tubuhnya sendiri juga untuk kebutuhan kehamilan atau ASI. 

Baca Juga: Sabai Dieter Sulit Tidur Saat Hamil Anak Kedua, Coba Atasi dengan Cara Ini!

"Kebutuhan kalsium dan zat besi yang dimakan akan mencukupi diri sendiri dulu baru ke ASI. Maka kalau makan kurang berkualitas atau gizi gak lengkap akan pengaruh ke ASI," ujarnya.

Darrel menjelaskan, baik ibu hamil juga ibu menyusui membutuhkan tambahan kalori.

Jika pada ibu hamil biasanya kalori harian butuh bertambah 300 kalori, sedangkan ibu menyusui sebanyak 500 kalori.

Tetapi, jika ibu yang masih tahap menyusui bayi kemudian hamil kembali maka tambahan kalori harian lebih dilipat gandakan kembali. "Tetapi kalau menyusui lebih tinggi. Karena akan membakar banyak kalori untuk produksi ASI," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI