Peneliti Rusia Ungkap Kelemahan yang Bisa Bunuh Virus Corona, Apa Itu?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 10 Agustus 2020 | 18:40 WIB
Peneliti Rusia Ungkap Kelemahan yang Bisa Bunuh Virus Corona, Apa Itu?
Penampakan Virus Corona baru atau COVID-19 [NIAID flickr].

Suara.com - Sejumlah peneliti di seluruh dunia masih terus berlomba untuk mencari vaksin virus corona atau Covid-19. Di tengah kondisi tersebut, para ilmuwan Rusia menyebut telah memahami kelemahan dari virus corona baru.Apa itu?

Menurut laporan baru-baru ini, tim peneliti dari Pusat Penelitian Virologi dan Bioteknologi VECTOR Rusia di Novosibirsk, Siberia telah menemukan bahwa air dengan suhu ruangan sebenarnya dapat menghentikan pertumbuhan penularan yang sangat menular.

COVID-19 mampu membajak sel inang untuk mereplikasi, menciptakan ribuan salinannya sendiri hingga sel inang kewalahan dan secara efektif membunuh dirinya sendiri [NIAID].
COVID-19 mampu membajak sel inang untuk mereplikasi, menciptakan ribuan salinannya sendiri hingga sel inang kewalahan dan secara efektif membunuh dirinya sendiri [NIAID].

Para peneliti dari VECTOR State Research Center of Virology and Biotechnology telah mengidentifikasi bahwa air biasa dapat membantu dalam membatasi pertumbuhan virus corona baru. Demikian seperti dilansir dari Times of India. 

Dalam studi tersebut, ditemukan bahwa 90 persen partikel virus korona mati di air bersuhu ruangan dalam rentang waktu 24 jam, sedangkan 99,9 persen tewas dalam 72 jam.

Peneliti Rusia selanjutnya menemukan bahwa virus corona baru segera menyerah pada air mendidih, karena membunuh virus dengan segera dan sepenuhnya.

Menurut laporan Sputnik News, tim peneliti juga menemukan bahwa air yang mengandung klor sangat efektif dalam membunuh virus.

Ditemukan juga bahwa virus corona tidak berkembang biak di air yang mengandung klor dan air laut, meski bisa bertahan untuk beberapa waktu. Umur penularan secara langsung tergantung pada suhu air.

Rusia saat ini menargetkan untuk memulai produksi vaksin virus korona bulan depan yang telah dikembangkan oleh lembaga Gamaleya di Moskow.

"Kami akan dapat memastikan volume produksi beberapa ratus ribu sebulan, dengan akhirnya meningkat menjadi beberapa juta pada awal tahun depan," kata Menteri Perindustrian Denis Manturov dalam wawancara yang diterbitkan oleh kantor berita negara TASS, menurut sebuah kantor berita. melaporkan.

baca juga

Rusia telah membuat langkah besar dalam mengembangkan kandidat vaksin untuk melawan pandemi.

Menurut laporan baru-baru ini, negara itu berencana untuk meluncurkan kampanye vaksinasi massal melawan virus corona baru pada bulan Oktober.

Para pekerja garis depan, termasuk dokter dan guru, diyakini akan menjadi yang pertama di garis depan untuk menerima vaksin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Agustus: Pasien Positif Corona di Indonesia Capai 127.083 Orang

10 Agustus: Pasien Positif Corona di Indonesia Capai 127.083 Orang

News | Senin, 10 Agustus 2020 | 15:25 WIB

Sempat Heboh Pneumonia di Kazkhstan, Ini Kata WHO

Sempat Heboh Pneumonia di Kazkhstan, Ini Kata WHO

Health | Senin, 10 Agustus 2020 | 15:25 WIB

Kasus Covid-19 di Filipina Terus Naik, Presiden Duterte Turun Tangan

Kasus Covid-19 di Filipina Terus Naik, Presiden Duterte Turun Tangan

Health | Senin, 10 Agustus 2020 | 15:22 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×