Waspada, Bahan Masker Ini Malah Berpotensi Menyebarkan Virus Corona

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 11 Agustus 2020 | 11:58 WIB
Waspada, Bahan Masker Ini Malah Berpotensi Menyebarkan Virus Corona
Ilustrasi memakai masker. (Pexels)

Suara.com - Masker memang menjadi kunci utama mencegah penularan Covid-19. Tapi, jangan sembarang pilih masker. Beberapa peneliti menemukan bahan masker tertentu justru lebih berbahaya dibandingkan dengan tidak memakai masker.

Mengutip Daily Mail, Selasa (11/8/2020), dikatakan bahwa bahan masker tertentu mampu mengubah droplet atau percikan ludah besar yang berisiko menginfeksi menjadi percikan droplet kecil. Bahkan, lebih kecil daripada droplet yang bisa bertahan di udara.

Peneliti dari Duke University mengatakan temuan tersebut memberikan bukti bahwa tidak semua masker dibuat sama. Jadi, Anda harus tahu betul masker apa yang boleh dan tidak boleh dipakai di tempat umum.

Penelitian yang dipublikasi di jurnal Science Advances ini dilakukan dengan cara mengamati efektivitas 14 jenis masker.

Dalam tes ini, tim peneliti menggunakan beberapa alat sederhana seperti sebuah kotak, sebuah laser, sebuah lensa, dan sebuah kamera ponsel.

Salah satu sisi kotak dilubangi, kemudian responden diminta berbicara sambil memakai masker di depan lubang tersebut. Kalimat yang diucapkan adalah, "Stay healthy, people!", yang diucapkan berulang kali.

Sebaran droplet diamati dengan bantuan sinar laser. Percikan yang lolos dari pori-pori masker akan menghamburkan sinar laser dan direkam dengan kamera ponsel. Jumlah percikan yang terekam kemudian dihitung dengan algoritma komputer.

Hasil studi menunjukkan bahwa masker N95 paling efektif menahan transmisi percikan dari hidung dan mulut saat bicara. Efektivitas masker N95 diberi skor 0 persen. Semakin mendekati 0 skornya, semakin baik pula efektivitas suatu masker.

Adapun skor untuk masker medis tiga lapis adalah 0-0,1 persen. Skor untuk masker katun-propilena, katun, dan N95 dengan katup pernapasan berkisar 0-0,2 persen. Dan skor untuk masker rajut ialah 0,1-0,6 persen.

baca juga

Hasil menunjukkan masker N95 yang dirancang mencegah masuk dan keluarnga droplet adalah masker yang paling ampuh.

Masker bedah tiga lapis dan masker katun buatan sendiri di rumah juga ampuh mencegah keluarnya partikel.

Masker kain katun memberikan perlindungan yang baik, menghilangkan sebagian besar lontaran droplet dari nada bicara normal.

Tapi di antara semua itu, yang terburuk adalah bandana dan masker rajut, yang mungkin sekilas terlihat modis tapi hampir sama sekali tidak mencegah droplet yang masuk.

Lalu, ada satu jenis masker yang ternyata lebih buruk dibanding tidak memakai masker sama sekali, yaitu neck fleeces yang biasa digunakan pemotor untuk melindungi leher, mulut dan hidung sekaligus.

Masker ini juga kerap dipakai pelari, atau di Indonesia dikenal dengan buff.

Masker ini biasa digunakan pelari saat udara dingin, dan ternyata memakainya lebih berbahaya dibanding tidak memakai masker. Hal ini lantaran ia mampu mengubah tetesan droplet besar menjadi lebih kecil lalu terserap saluran napas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masker dengan Ventilasi Justru Perlu Dihindari, Ini Alasan Ahli

Masker dengan Ventilasi Justru Perlu Dihindari, Ini Alasan Ahli

Health | Selasa, 11 Agustus 2020 | 09:54 WIB

Di Bali, Kain Endek Jadi Bahan Pembuatan Masker Hingga Aksesoris

Di Bali, Kain Endek Jadi Bahan Pembuatan Masker Hingga Aksesoris

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2020 | 05:30 WIB

Catat Nih! Jenis Masker yang Tidak Efektif Terhadap Virus Corona

Catat Nih! Jenis Masker yang Tidak Efektif Terhadap Virus Corona

Jawa Tengah | Senin, 10 Agustus 2020 | 18:45 WIB

Terkini

Rencana Pesta Buyar! Polres Jombang Sapu Bersih Sabu dan Miras Ilegal

Rencana Pesta Buyar! Polres Jombang Sapu Bersih Sabu dan Miras Ilegal

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:49 WIB

Harta Sekda Palembang Disorot Usai Didemo ke KPK, Begini Isi LHKPN Terbarunya

Harta Sekda Palembang Disorot Usai Didemo ke KPK, Begini Isi LHKPN Terbarunya

Sumsel | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:47 WIB

Menembus Kepulauan Talaud, Mantri BRI Jadi Penggerak Pertumbuhan UMKM hingga Pelosok

Menembus Kepulauan Talaud, Mantri BRI Jadi Penggerak Pertumbuhan UMKM hingga Pelosok

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:47 WIB

Istana Respons Putusan MK Soal Larangan MBG Pakai 20 Persen Anggaran Pendidikan

Istana Respons Putusan MK Soal Larangan MBG Pakai 20 Persen Anggaran Pendidikan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:45 WIB

Target Indonesia Bebas Sampah 2027, Prabowo Perintahkan ASN dan BUMN Kerja Bakti Tiap Hari

Target Indonesia Bebas Sampah 2027, Prabowo Perintahkan ASN dan BUMN Kerja Bakti Tiap Hari

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:38 WIB

Ulasan Novel Testimony of N: Ketika Kebohongan Menjadi Bentuk Perlindungan

Ulasan Novel Testimony of N: Ketika Kebohongan Menjadi Bentuk Perlindungan

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:35 WIB

Putusan MK soal Anggaran MBG Dinilai Masih Sisakan Celah hingga 2027

Putusan MK soal Anggaran MBG Dinilai Masih Sisakan Celah hingga 2027

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:33 WIB

Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya

Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:33 WIB

Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan

Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan

Sulsel | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:32 WIB

Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!

Usai Perry Warjiyo Mundur, Prabowo: Kita Harus Jadi Satu Tim yang Mendukung!

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 18:29 WIB

×