Berapa Jarak Ideal Kelahiran Antar Anak Versi BKKBN?

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 12 Agustus 2020 | 15:47 WIB
Berapa Jarak Ideal Kelahiran Antar Anak Versi BKKBN?
Ilustrasi keluarga banyak anak. (Shutterstock)

Suara.com - Tak banyak orangtua yang tahu aturan jarak kelahiran usia antar anak yang ideal. Itu juga yang coba diutarakan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo.

Meski tetap menyarankan anjuran dua anak lebih baik, Hasto mengingatkan bagaimana rentang kelahiran antara satu anak dengan anak lainnya juga mesti menjadi perhatian orangtua.

Lalu, berapa idealnya jarak usia anak? 

Kata Hasto, paling minimal, orantua mesti mengatur dan memberikan jarak tiga tahun atau menunggu sampai anak berusia 24 bulan (2 tahun) untuk kemudian merencanakan kehamilan selanjutnya.

"Dari kehamilan sekarang dengan yang akan datang ada yang namanya brith to birth interval, jadi minimal tiga tahun," ujar Hasto dalam webinar Invest ASI Indonesia, Rabu (12/8/2020).

Setengah berkelakar, kata Hasto anak di usia 24 bulan atau 2 tahun sudah selesai masa pemberian ASI, dan biasanya sudah bisa berbicara melafalkan 'mama-papa'. 

Memberikan jarak usia antar satu anak dengan anak selanjutnya juga bisa mencegah terjadinya stunting. Itu terjadi karena orangtua bisa fokus memberikan kasih sayang dan memberi nutrisi terbaik kepada anak hingga dua tahun. 

Stunting sendiri merupakan keadaan kekurangan gizi kronis yang menyebabkan gagal tumbuh pada anak baik secara fisik dan kognitif (kemampuan berpikir anak). 

Anak stunting bisa ditandai dengan tumbuh lebih pendek dari anak-anak sebayanya. Anak stunting sendiri bisa terjadi karena anak kurang mendapat asupan gizi seimbang termasuk ASI atau Air Susu Ibu.

baca juga

Fenomena lainnya, Hasto juga menemukan keterkaitan antara stunting dan status ekonomi masyarakat.

Meskipun ASI diberikan hingga dua tahun, tapi stunting tetap bisa terjadi karena tidak adanya pendamping konselor ASI saat proses menyusui bagi masyarakat miskin. "Itu menunjukkan pendamping ASI-nya di kelompok orang miskin kurang optimal," imbuhnya.

Jika bantuan ingin diberikan kepada masyarakat miskin maka bukan sekadar beras atau mi instan yang hanya sumber karbohidrat, juga diberikan makanan mengandung protein, seperti ikan, telur dan segala jenis protein hewani.

"Ketika bayi anak kita kena protein hewani itu luar bisa, kita pentingkan aspek lain. Tapi ASI tetap aspek penting," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Culik Gadis ABG, Keluarga Sempat Kasihani Wawan Meski Sudah Hamili Korban

Culik Gadis ABG, Keluarga Sempat Kasihani Wawan Meski Sudah Hamili Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2020 | 10:51 WIB

Anak-Anak Dilaporkan Kena Gejala Jangka Panjang akibat Covid-19

Anak-Anak Dilaporkan Kena Gejala Jangka Panjang akibat Covid-19

Health | Rabu, 12 Agustus 2020 | 11:06 WIB

Ibu Nikah Lagi tapi Ayah Masih Simpan Foto, Curhat Anak Viral di Medsos

Ibu Nikah Lagi tapi Ayah Masih Simpan Foto, Curhat Anak Viral di Medsos

News | Rabu, 12 Agustus 2020 | 13:15 WIB

Terkini

Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli

Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:57 WIB

Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau

Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau

Riau | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:56 WIB

"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'

"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:43 WIB

Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:41 WIB

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:40 WIB

Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun

Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun

Banten | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:37 WIB

Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya

Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:31 WIB

Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer

Kepuasan Publik ke Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Meski Program Unggulan Belum Populer

Jabar | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:30 WIB

Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli

Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli

Bali | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:30 WIB

Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari

Diduga Belajar Nyetir, Pengemudi Pikap Tabrak Pesepeda dan Pedagang di Lingkar Stadion Pakansari

Bogor | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:25 WIB

×