Risiko Tinggi, Bolivia Setujui Pemutih Klorin Dioksida untuk Obat Covid-19

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 18 Agustus 2020 | 11:50 WIB
Risiko Tinggi, Bolivia Setujui Pemutih Klorin Dioksida untuk Obat Covid-19
Ilustrasi Hydroxychloroquine. [Shutterstock]

Suara.com - Pembuat undang-undang di Bolivia menyetujui pemutih yang beracun sebagai obat untuk membantu pasien virus corona Covid-19.

Klorin dioksida biasanya digunakan sebagai desinfektan atau berguna untuk memutihkan produk kertas.

Namun beberapa tahun terakhir ini, klorin dioksida dianggap sebagai obat ajaib yang mampu mengobati sebagian besar penyakit dan masalah kesehatan oleh ahli teori konspirasi.

Kini, Majelis Legislatif negara Amerika Latin menyetujui penggunaan pemutih untuk merawat pasien virus corona Covid-19.

Ilustrasi pemutih pakaian, cairan pembersih, cairan pencuci baju [shutterstock]
Ilustrasi pemutih pakaian, cairan pembersih, cairan pencuci baju [shutterstock]

Padahal, ada orang-orang yang menjalani perawatan di rumah sakit dan terluka setelah meminumnya.

RUU yang disetujui memungkinkan produksi, komersialisasi dan pasokan larutan klorin dioksida untuk mencegah virus corona Covid-19 sekaligus pengobatan pasien yang sakit.

Tampak tak selaras, sebelumnya ada beberapa kasus di mana pasien mesti dirawat di rumah sakit setelah mengonsumsi klorin dioksida.

Kementerian kesehatan Bolivia sendiri telah memeringatkan orang-orang untuk tidak mengonsumsi dan akan menuntut siapa pun yang memproduksinya.

Pada Juni 2020, regulator medis di negara itu mengeluarkan penyataan yang memeringatkan bahwa orang yang mengonsumsi klorin dioksida berada dalam risiko serius.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS juga telah mencatat bahwa konsumsi klorin dioksida bisa menyebabkan muntah parah, diare parah dan tekanan darah rendah yang mengancam jiwa akibat dehidrasi dan gagal hati akut setelah minum produk ini.

Sementara itu, sampai sekarang sudah ada 4.048 kematian dan 100.344 kasus virus corona Covid-19 yang terkonfirmasi di Bolivia.

Pada April 2020, Donald Trump dikecam karena menyarankan suntikan desinfektan sebagai pengobatan untuk melawan virus corona Covid-19.

Saat itu, Donald Trump mempromosikan hydroxychloroquine mungkin bisa menjadi obat untuk pasien, meskipun cairan itu belum terbukti bisa memerangi virus corona Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bertambah Terus, Pasien Corona di DIY Jelang HUT RI Melejit 1.025 Kasus

Bertambah Terus, Pasien Corona di DIY Jelang HUT RI Melejit 1.025 Kasus

Jogja | Minggu, 16 Agustus 2020 | 18:43 WIB

MANTAP! 1.866 Orang Daftar Relawan Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac Bandung

MANTAP! 1.866 Orang Daftar Relawan Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac Bandung

Jabar | Minggu, 16 Agustus 2020 | 15:31 WIB

Contek AS hingga China, Dalih Istana Tunjuk 2 Jenderal Atasi Covid-19

Contek AS hingga China, Dalih Istana Tunjuk 2 Jenderal Atasi Covid-19

News | Minggu, 16 Agustus 2020 | 13:47 WIB

Terkini

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB