Studi di AS Coba Buktikan Mi Instan Tidak Mengandung Lilin Penyebab Kanker

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 18 Agustus 2020 | 20:28 WIB
Studi di AS Coba Buktikan Mi Instan Tidak Mengandung Lilin Penyebab Kanker
Ilustrasi mie instan (Pixabay/digitalphotolinds)

Suara.com - Pernah dengar isu mengenai mi instan yang mengandung lapisan lilin dan bisa menyebabkan kanker atau rambut rontok? Apakah benar demikian? Sebelumnya, diketahui bahwa lilin bukan hal yang wajar untuk bisa masuk ke tubuh manusia hingga dipercaya dapat menyulitkan organ pencernaan.

Tapi tenang saja, anggapan mi instan mengandung lapisan lilin nyatanya tidak benar. Hal tersebut sesuai dengan 'investigasi' yang dilakukan dan telah dipublikasikan USA Today.

Dari hasil penelitian, diketahui belum ada bukti atau laporan yang mengatakan lilin digunakan sebagai bahan dalam mi instan atau dalam wadah styrofoam. Rumor seputar penggunaan lilin pada mi instan sendiri telah beredar di internet sejak tahun 2000 atau bahkan lebih awal, menurut situs pengecekan fakta Snopes.

Dalam wawancara tahun 2017 dengan Wakil Media online, Della Rachmadia, ahli gizi di Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya mengatakan bahwa mi instan dapat memicu sel kanker untuk aktif, begitu juga dengan semua makanan olahan seperti kornet dan nugget.

“Baik mi maupun bungkus penyedapnya mengandung bahan pengawet, artinya mengandung natrium dalam jumlah besar. Mi instan bisa berbahaya bagi orang yang sudah mengidap diabetes atau tekanan darah tinggi. Tapi jelas tidak secara langsung menyebabkan kanker," kata Della dikutip dari Asiaone.

Agensi Makanan di Singapura juga mengklarifikasi di situsnya bahwa mi instan tidak dilapisi lilin untuk membuatnya tampak mengkilap. Justru mi dikeringkan dengan suhu  tinggi untuk mengurangi kelembapan. Ini akan menyebabkan pemuaian permukaan mi kering dan membuatnya tampak mengilap.

Kebanyakan mi instan mengandung monosodium glutamat atau yang lebih dikenal dengan MSG, penambah rasa yang banyak ditemukan pada makanan olahan. Namun, beberapa penelitian menemukan sedikit bukti bahwa orang yang mengonsumsi MSG memiliki efek buruk.

Perusahaan Jepang yang memproduksi MSG, Ajinomoto, juga telah menyatakan di situsnya bahwa MSG tidak menyebabkan kerontokan rambut . Penyebab rambut rontok malah bisa karena faktor genetik, penuaan, perubahan hormonal dan stres.

Tetapi meski mi instan tidak secara langsung menyebabkan kanker atau pun kerontokan rambut, bukan berarti sehat dikonsumsi.

Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi mi instan secara teratur dapat meningkatkan risiko kondisi yang dikenal sebagai sindrom metabolik. Orang dengan sindrom metabolik mungkin memiliki tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, diabetes, atau risiko penyakit jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Kebotakan, Jus Jahe Ternyata Bermanfaat untuk Perawatan Rambut

Cegah Kebotakan, Jus Jahe Ternyata Bermanfaat untuk Perawatan Rambut

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2020 | 15:00 WIB

Ditinggal Mati, Pengusaha Kaya Bikin Patung Lilin Seukuran Mendiang Istri

Ditinggal Mati, Pengusaha Kaya Bikin Patung Lilin Seukuran Mendiang Istri

News | Kamis, 13 Agustus 2020 | 13:01 WIB

Tak Terduga, Covid-19 Juga Bisa Bikin Rambut Rontok

Tak Terduga, Covid-19 Juga Bisa Bikin Rambut Rontok

Health | Rabu, 12 Agustus 2020 | 08:54 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB