Kenali, Ini Hal yang Ditakuti Anak-anak Berdasarkan Usianya

Husna Rahmayunita | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 21 Agustus 2020 | 07:30 WIB
Kenali, Ini Hal yang Ditakuti Anak-anak Berdasarkan Usianya
Ilustrasi anak ketakutan. (Shutterstock)

Suara.com - Anak-anak terkadang merasa takut dengan berbagai hal. Meski begitu, ketakutan dapat membantu anak-anak untuk merasa waspada dan berhati-hati. 

Mengutip dari Kids Health, ketakutan pada anak bisa berbeda-beda tergantung dengan usia mereka. Berikut rinciannya:

Usia 8 sampai 9 Bulan

Bayi usia 8 sampai 9 bulan merasakan kecemasan terhadap orang asing. Saat bayi berusia sekitar 8 sampai 9 bulan, mereka dapat mengenali wajah orang yang mereka kenal. 

Hal tersebut yang membuat wajah baru bisa tampak menakutkan bagi mereka. Anak usia ini mungkin akan menangis atau bergantung pada orangtua mereka agar merasa aman saat melihat orang asing.

ilustrasi bayi di mobil [shutterstock]
ilustrasi bayi di mobil [shutterstock]

Usia 10 Bulan sampai 2 Tahun

Balita di umur ini merasa cemas dengan sebuah perpisahan. Pada usia antara 10 bulan hingga 2 tahun, banyak balita mulai takut dipisahkan dari orangtua.

Mereka tidak ingin orangtua meninggalkan mereka di tempat penitipan anak atau sebelum tidur. 

Usia 4 hingga 6 Tahun

Anak-anak usia 4 hingga 6 tahun dapat membayangkan dan berpura-pura. Tapi belum bisa membedakan mana yang nyata dan yang tidak.

Bagi mereka, monster menakutkan yang mereka bayangkan tampak nyata. Mereka takut dengan apa yang mungkin ada di bawah tempat tidur atau di lemari. 

Anak-anak di usia ini banyak yang takut gelap, menjelang tidur, hingga mimpi buruk. Mereka juga mungkin takut dengan suara keras seperti guntur atau kembang api.

Usia 7 Tahun Ke Atas

Anak-anak di usia ini sudah bisa membedakan yang nyata dan tidak sehingga ketakutan mereka adalah apa yang ada di dunia nyata. 

Di usia ini, mereka mungkin takut ada orang jahat di dalam rumah, takut dengan bencana alam, takut dirundung, hingga takut orang yang mereka cintai meninggal. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Temukan Kaitan Covid-19 dan Diabetes Tipe 1 Pada Anak

Studi Temukan Kaitan Covid-19 dan Diabetes Tipe 1 Pada Anak

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 14:55 WIB

Hati-hati, Ahli Tegaskan Anak-anak Bisa Jadi Penyebar Covid-19 Tanpa Gejala

Hati-hati, Ahli Tegaskan Anak-anak Bisa Jadi Penyebar Covid-19 Tanpa Gejala

Health | Kamis, 20 Agustus 2020 | 15:36 WIB

Kapan Daftarkan Anak ke PAUD di Tengah Pandemi? Ini Kata Kemendikbud

Kapan Daftarkan Anak ke PAUD di Tengah Pandemi? Ini Kata Kemendikbud

News | Kamis, 20 Agustus 2020 | 09:45 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB