Peneliti Ungkap Tipe Virus Corona di Indonesia Bukan yang Paling Agresif

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Jum'at, 28 Agustus 2020 | 14:49 WIB
Peneliti Ungkap Tipe Virus Corona di Indonesia Bukan yang Paling Agresif
COVID-19 mampu membajak sel inang untuk mereplikasi, menciptakan ribuan salinannya sendiri hingga sel inang kewalahan dan secara efektif membunuh dirinya sendiri [NIAID].

Suara.com - Peneliti dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengatakan saat ini ada dua tipe virus Corona yang beredar banyak di Indonesia. Untungnya, keduanya bukan tipe virus yang agresif.

Dilansir ANTARA, Wakil Kepala Lembaga Eijkman bidang Penelitian Fundamental, Prof Herawati Sudoyo, mengatakan dari identifikasi data whole genome sequencing/pengurutan keseluruhan genom (WGS) Indonesia itu, mayoritas virus SARS-CoV-2 yang beredar Indonesia termasuk kelompok O (others/lainnya).

"Sementara ini kebanyakan tipenya adalah L, ini adalah yang baru dengan beberapa pengecualian," ujar Herawati.

Hingga sekarang, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan virus penyebab COVID-19 menjadi tujuh strain berbeda atau tujuh clade yakni S, V, L, G, GH, GR dan O (lainnya), yang mana GH adalah yang paling agresif.

Dari klasifikasi tersebut, virus Corona penyebab COVID-19 yang beredar di Indonesia di antaranya masuk ke tipe L dan O.

Temuan ini didapat melalui pengumpulan WGS yang di Indonesia dilakukan antara lain oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Universitas Padjajaran dan Universitas Airlangga.

Sementara itu, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengatakan Indonesia sejauh ini mengirimkan 22 hasil WGS virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang beredar di Tanah Air kepada bank data dunia.

"Kami laporkan saat ini sudah ada 22 WGS yang di-'submit' (kirimkan) ke GISAID oleh penelti-peneliti di Indonesia," kata Amin dalam konferensi pers virtual tentang LIPI Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture XX, Jakarta.

Kegiatan pengurutan keseluruhan genom masih terus berlangsung untuk mengumpulkan lebih banyak data WGS yang berguna untuk memahami lebih dalam karakterisasi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Baca Juga: Vaksin dari China Diuji Coba, Fadli Zon Lebih Percaya Vaksin Merah Putih

Hasil 22 WGS itu dikirimkan ke GISAID, yang mengumpulkan data global terkait virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dari berbagai negara di dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI