Menakar Pentingnya Peran Remaja dalam Isu Pengentasan Stunting di Indonesia

Risna Halidi

Jum'at, 28 Agustus 2020 | 19:22 WIB
Menakar Pentingnya Peran Remaja dalam Isu Pengentasan Stunting di Indonesia
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Stunting atau masalah kekurangan gizi kronis masih menjadi isu kesehatan utama di Indonesia. Upaya menurunkan angka stunting sendiri terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, pemerintah maupun swasta. Di sisi lain, remaja diyakini menjadi kelompok usia potensial yang bisa dilibatkan dalam berbagai program pencegahan stunting sejak dini.

Dijelaskan Indiana Basitha, Program Advocacy and Communications Manager Tanoto Foundation, salah satu misi Tanoto Faoundation adalah setiap anak mampu mencapai penuh potensi belajarnya. Sementara mencegah stunting menjadi fokus yang pertama untuk mencapai misi tersebut.

"Untuk mencapai misi tersebut, kami berupaya memaksimalkan potensi tumbuh kembang sesuai usia anak, karena kami yakin setiap anak bisa memiliki perkembangan otak yang pesat," jelas Basitha dalam seri webinar “Saatnya Remaja Cegah Stunting” beberapa waktu lalu.

Mengapa remaja dilibatkan? Menurut Basitha, banyak yang menyangka isu stunting hanya untuk orangtua dan pasangan yang sudah menikah.

Padahal, lanjutnya, stunting merupakan sebuah siklus. Jika calon ibu punya asupan gizi kurang sejak remaja, maka ia berisiko memiliki keturunan kurang gizi dan si anak akan mencontoh pola makan ibunya hingga akhirnya siklus terus berputar.

"Siklusnya dimulai sejak remaja putri. Maka masalah stunting harus jadi awareness sejak remaja agar mereka menjaga asupan gizinya, karena ia adalah calon orangtua," tambah Basitha.

Menurut data Riskesdas 2018 tercatat, 8,7 persen remaja usia 13 hingga 15 tahun dan 8,1 persen remaja usia 16 hingga 18 berada dalam kondisi kurus dan sangat kurus.

Global Health survei 2015 juga menunjukkan bagaimana salah satu masalah remaja adalah jarang sarapan dan kurang makan serat sayur buah. Sementara angka pernikahan remaja di Indonesia yang sangat tinggi juga berkontribusi pada kejadian stunting.

Remaja dianggap belum terlalu peduli akan pentingnya gizi dan stimulasi yang tepat. Pengetahuan mereka tentang gizi juga sangat terbatas.

baca juga

Pengamat kesehatan Dr. Reisa Broto Asmoro juga sependapat bahwa jika di masa remaja belum dapat ilmu tentang gizi, akan sulit ke depannya dalam membina kehidupan keluarga. "Indonesia darurat stunting. Kita butuh gerakan yang nyata, yang bisa mengubah kondisi ini. Kondisi anak sudah stunting tidak bisa berubah, yang penting bagaimana kita harus menyelamatkan generasi setelahnya," ujar dr. Reisa.

Menurut Reisa, saat ini tidak ada ilmu parenting di sekolah dan masih sibuk berkutat tentang pro kontra pendidikan kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, ia berpendapat sudah seharusnya pemerintah memasukan ilmu parenting dalam kurikulum pengajaran. Edukasi di usia remaja sejak usia 10 sampai 19 tahun, menurutnya, sangat krusial.

"Harus tepat informasinya. Apalagi Indonesia kebanyakan mitosnya yang belum tentu benar tapi lebih dipercaya. Takutnya info yang kurang tepat akan mereka bawa terus sampai nanti punya anak," tambah dr. Reisa.

Sementara itu, peran remaja dalam pencegahan stunting berfokus pada tiga hal. Pertama adalah edukasi. Remaja dianggap harus melek dengan isu stunting. Rajin mencari tahu dan terlibat aktif dalam diskusi atau program mengenai stunting.

Kedua adalah inovasi. Remaja bisa membuat inovasi baru yang dapat mengasah ketertarikan teman sebaya mengenai isu ini. Bisa ekplorasi cari tahu tentang stunting. Berperan sebagai peer edukator bagi teman sebaya karena akan lebih impactful dibanding webinar yang kaku.

Ketiga implementasi atau berperan aktif dalam mewujudkan inovasi yang dimiliki dengan berkolaborasi dengan lembaga terkait mau pun universitas. Caranya bisa dengan terjun langsung ke masyarakat, diawali dari lingkungan terdekat (keluarga) untuk memberi edukasi terkait stunting. Mengusulkan program atau membuat inovasi terkait stunting).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensos: Penanganan Stunting Bukan hanya Masalah Kesehatan

Mensos: Penanganan Stunting Bukan hanya Masalah Kesehatan

News | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 19:16 WIB

Seorang Remaja di Rusia Lahirkan Bayi, Klaim Bocah 11 Tahun sebagai Ayahnya

Seorang Remaja di Rusia Lahirkan Bayi, Klaim Bocah 11 Tahun sebagai Ayahnya

News | Kamis, 27 Agustus 2020 | 21:55 WIB

Anak Bertubuh Pendek Sudah Pasti Stunting, Benarkah?

Anak Bertubuh Pendek Sudah Pasti Stunting, Benarkah?

Health | Kamis, 27 Agustus 2020 | 19:30 WIB

Terkini

Ulah Jukir Liar Bikin 21 Motor di Trotoar Satrio Kuningan Kena Razia

Ulah Jukir Liar Bikin 21 Motor di Trotoar Satrio Kuningan Kena Razia

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:19 WIB

Wajah Baru Malioboro, Becak Kayuh Kini Jadi Bekalista yang Canggih dan Ramah Lingkungan

Wajah Baru Malioboro, Becak Kayuh Kini Jadi Bekalista yang Canggih dan Ramah Lingkungan

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:16 WIB

BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%

BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:12 WIB

Bukan Sekadar Hutan, Menhut Sebut Konservasi Gajah Kini Jadi Urusan Lintas Sektor

Bukan Sekadar Hutan, Menhut Sebut Konservasi Gajah Kini Jadi Urusan Lintas Sektor

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:07 WIB

Gudang Munisi TNI AD Meledak di Madiun: Satu Prajurit Gugur, 6 Terluka

Gudang Munisi TNI AD Meledak di Madiun: Satu Prajurit Gugur, 6 Terluka

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:06 WIB

Cara Memakai Bedak agar Hasil Makeup Flawless, Ini Langkah yang Tepat

Cara Memakai Bedak agar Hasil Makeup Flawless, Ini Langkah yang Tepat

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:05 WIB

Luke Vickery Sah Jadi WNI, Tambahan Amunisi Baru Timnas Indonesia

Luke Vickery Sah Jadi WNI, Tambahan Amunisi Baru Timnas Indonesia

Video | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:05 WIB

Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu

Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:57 WIB

Melasma Tak Sama dengan Flek Biasa, Kenali Pemicunya yang Ternyata Bukan Hanya Sinar Matahari

Melasma Tak Sama dengan Flek Biasa, Kenali Pemicunya yang Ternyata Bukan Hanya Sinar Matahari

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:52 WIB

Tuchel Bela Diri Usai Inggris Dibungkam Argentina: Lolos Semifinal Piala Dunia Sudah Prestasi

Tuchel Bela Diri Usai Inggris Dibungkam Argentina: Lolos Semifinal Piala Dunia Sudah Prestasi

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:50 WIB

×