Sering Lapar Meski Baru Makan? Bisa Jadi ini Sebabnya

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Senin, 31 Agustus 2020 | 16:20 WIB
Sering Lapar Meski Baru Makan? Bisa Jadi ini Sebabnya
Ilustrasi lapar [shutterstock]

Lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna daripada karbohidrat dan memiliki waktu transit gastrointestinal yang lebih rendah. Ini juga merangsang hormon rasa kenyang tertentu.

Ini menyebabkan Anda merasa kenyang lebih lama. Namun, penting untuk memprioritaskan lemak "baik" daripada lemak "buruk". Berikan preferensi pada ikan berminyak (seperti salmon dan sarden), alpukat, zaitun, kacang-kacangan, dan minyak nabati.

4. Anda tidak minum cukup air

Minum air putih di pagi hari. (Shutterstock)
Minum air putih di pagi hari. (Shutterstock)

Perasaan haus bisa disalahartikan sebagai perasaan lapar. Hidrasi memainkan peran kunci dalam meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan berpotensi mengurangi nafsu makan saat dikonsumsi sebelum makan.

Anda disarankan untuk minum satu atau dua gelas air jika Anda merasa lapar untuk mengetahui apakah Anda tidak hanya haus. Usahakan minum enam hingga delapan gelas air setiap hari.

5. Anda kurang tidur

Jika Anda terus-menerus merasa lelah dan membutuhkan camilan untuk menyegarkan Anda, kemungkinan besar Anda tidak mendapatkan penutup mata yang berkualitas.

Salah satu peran tidur adalah mengatur nafsu makan melalui aksi hormon dan neurotransmiter. Misalnya, tidur membantu mengatur hormon perangsang nafsu makan, ghrelin, serta neurotransmitter serotonin.

Kurang tidur dapat menyebabkan kadar ghrelin lebih tinggi dan serotonin lebih rendah, itulah sebabnya Anda mungkin memiliki nafsu makan lebih besar saat lelah.

Baca Juga: Tiga Resep Sayur Enak dan Bergizi untuk Makan Siang, Bikin Yuk Moms!

Tidur juga berperan dalam mengatur leptin, hormon yang mendorong perasaan kenyang. Untuk membantu mengatur nafsu makan, Anda disarankan untuk tidur setidaknya tujuh hingga delapan jam setiap malam.

6. Anda makan terlalu cepat

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi makan terlalu cepat. (Shutterstock)

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan lebih cepat memiliki nafsu makan yang lebih besar dan kecenderungan untuk makan berlebihan saat makan, dibandingkan dengan mereka yang makan lebih lambat.

Alasan yang disarankan untuk ini termasuk tidak mengunyah makanan Anda secara menyeluruh dan tidak menyadari apa yang Anda makan, yang terjadi ketika makan terlalu cepat. Diperlukan waktu 20 menit untuk sinyal dari perut mencapai pusat rasa kenyang di otak.

Tip untuk membantu Anda makan lebih lambat termasuk mengunyah makanan lebih lambat, meletakkan garpu dan pisau ke bawah, dan ikut serta dalam percakapan atau menyesap air di antara suapan.

7. Anda makan saat konsentrasi Anda terganggu

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI