Mutasi Baru Corona di Indonesia 10 Kali Lebih Menular, Haruskah Khawatir?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Senin, 31 Agustus 2020 | 20:23 WIB
Mutasi Baru Corona di Indonesia 10 Kali Lebih Menular, Haruskah Khawatir?
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif ikut mengomentari kabar adanya strain atau virus corona penyebab sakit Covid-19 yang bermutasi 10 kali lebih cepat menular di Indonesia. Ia menilai itu adalah hal yang biasa terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan.

"Mutasi virus biasa aja, dia memang punya karakter shifting dan drifting, shifting dia antar virus itu bisa pertukaran genetik, bahkan bisa hybrid dia, bahkan bisa kawin. Kalau drifting itu rantai basa perubahan protein permukaan virus, itu hal biasa aja, apalagi dalam situasi wabah begini," ujar Syahrizal Syarif saat dihubungi suara.com, Senin (31/8/2020).

Menurut Syahrizal virus bisa bermutasi saat memasuki manusia ke manusia lain yang berbeda. Mengingat, itu virus yang bisa hidup dan berkembang biak, maka manusia tidak bisa berbuat apapun untuk mencegah atau menghambat terjadinya mutasi itu.

"Ini tanpa perlu khawatir atau panik, dan tidak ada yang bisa kita lakukan," jelas dia.

COVID-19 mampu membajak sel inang untuk mereplikasi, menciptakan ribuan salinannya sendiri hingga sel inang kewalahan dan secara efektif membunuh dirinya sendiri [NIAID].
COVID-19 mampu membajak sel inang untuk mereplikasi, menciptakan ribuan salinannya sendiri hingga sel inang kewalahan dan secara efektif membunuh dirinya sendiri [NIAID].

Sedangkan jenis strain D614G yang ditemukan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, yang dianggap menular 10 kali lebih cepat tapi bergejala lebih ringan, Syahrizal tidak bisa memastikan hal tersebut dan harus diteliti lebih jauh.

Sebagai epidemiolog, hingga kini Syahrizal sama sekali tidak melihat adanya peningkatan kasus Covid-19 yang terdeteksi di Indonesia bukan karena perbedaan jenis strain virus yang menginfeksi, melainkan karena banyak atau sedikitnya pemeriksaan spesimen di masyarakat.

"Jadi kalau peningkatan kasus saat ini meningkat, apakah karena mutasi itu saya kira tidak,karena memang situasi saat ini pemeriksaan spesimen masih terbatas" tegasnya.

Mengomentari penelitian Eijkman, Syahrizal juga sama sekali tidak mendengar Eijkman membuat pernyataan penyebaran D614G di Indonesia apakah mayoritas atau minoritas.

"Eijkman hanya menemukan strain virus yang kemungkinan menular lebih cepat, tapi tidak kemudian membuat seluruh strain yang mendominasi adalah virus itu kan? Tidak. Saya kira tidak sejauh itu," tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angka Kematian Akibat Virus Corona Indonesia Masih Tinggi Sedunia

Angka Kematian Akibat Virus Corona Indonesia Masih Tinggi Sedunia

News | Senin, 31 Agustus 2020 | 20:20 WIB

Ribuan Warga DKI Positif Corona, Anies Malah Ingin Bangun Kios di Trotoar

Ribuan Warga DKI Positif Corona, Anies Malah Ingin Bangun Kios di Trotoar

News | Senin, 31 Agustus 2020 | 19:09 WIB

Ngeluh Sakit Kepala, Warga Inggris Ternyata Positif Virus Corona

Ngeluh Sakit Kepala, Warga Inggris Ternyata Positif Virus Corona

Health | Senin, 31 Agustus 2020 | 19:10 WIB

Terkini

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:15 WIB

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri

Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Berapa Besaran BSU 2026? Cek Pakai NIK Lewat bsu.kemnaker.go.id

Berapa Besaran BSU 2026? Cek Pakai NIK Lewat bsu.kemnaker.go.id

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Sinopsis Sunshine through the Rain, Dracin Terbaru Yang Chao Yue dan Winwin

Sinopsis Sunshine through the Rain, Dracin Terbaru Yang Chao Yue dan Winwin

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Densus 88 Ringkus 12 Tersangka Terorisme, Diduga Terkait Jaringan Daulah Islamiyah

Densus 88 Ringkus 12 Tersangka Terorisme, Diduga Terkait Jaringan Daulah Islamiyah

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:46 WIB

Sepatu Ortuseight Hyperblast 2.1 Cocok untuk Apa? Cek Teknologi dan Harganya

Sepatu Ortuseight Hyperblast 2.1 Cocok untuk Apa? Cek Teknologi dan Harganya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:43 WIB

×