Awas, Kelopak Mata Turun Tanda Komplikasi Virus Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 07 September 2020 | 08:05 WIB
Awas, Kelopak Mata Turun Tanda Komplikasi Virus Corona Covid-19
Ilustrasi mata, kelopak mata (shutterstock)

Suara.com - Komplikasi akibat infeksi virus corona Covid-19 sangat tidak terprediksi. Tapi, kondisinya telah terbukti mematikan.

Karena, beberapa pasien virus corona Covid-19 mungkin tidak mengalami gejala apapun tetapi bisa mengalami pembentukan gumpalan darah.

Sebuah laporan kasus dalam Annals of Internal Medicine merinci proses 3 pasien Covid-19 di Italia. Mereka mengembangkan gejala terkait dengan kelainan autoimun pelemahan otot langka yang disebut myasthenia gravis atau miastenia gravis.

Tim dari Rumah Sakit Garibaldi di Catania, Italia mengatakan temuan itu adalah pertama kalinya virus corona menyebabkan kelainan tersebut.

Miastenia gravis adalah kondisi langka jangka panjang yang menyebabkan kelemahan otot. NHS mengatakan itu kondisi autoimun, yang berarti hasil dari sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang bagian tubuh sehat.

Ilustrasi mata. (pixabay/Skitterphoto)
Ilustrasi mata. (pixabay/Skitterphoto)

"Pada miastenia gravis, sistem kekebalan merusak sistem komunikasi antara saraf dan otot. Sehingga kondisi ini membuat otot lemah dan mudah lelah," jelas NHS dikutip dari Express.

Menurut laporan kasus, pasien didiagnosis dengan miastenia gravis setelah tertular penyakit tersebut. Para pasien mulai menunjukkan gejala miastenia gravis, seperti kelopak mata yang mengendur atau turun dan kesulitan menelan sekitar 1 minggu setelah demam.

Miastenia gravis paling sering menyerang otot yang mengontrol mata dan kelopak mata, ekspresi wajah, mengunyah, menelan dan berbicara.

Pasien pertama berusia 64 tahun yang mengalami demam tinggi 39 derajat Celcius selama 4 hari. Setelah 5 hari mengalami demam, ia mulai mengalami penglihatan ganda dan kelelahan otot.

baca juga

Ia pun dinyatankan positif terinfeksi virus corona Covid-19. Selanjutnya, dokter mendiagnosis pasien tersebut mengalami miastenia gravis setelah menganalisis saraf wajah dan reaksinya saat menerima pengobatan.

Pasien kedua berusia 68 tahun yang mengalami demam tinggi 38,8 derajat Celcius selama 7 hari. Pada hari ke-7, ia mengalami gejala yang sama seperti pasien pertama yang mengarah pada gangguan autoimun.

Temuan itu menambah bukti yang berkembang dari gangguan neurologis lain dengan mekanisme autoimun yang diduga setelah terinfeksi virus corona Covid-19.

Cara pengobatan  myasthenia gravis 

Meskipun tidak ada obatnya, pengobatan bisa membantu mengendalikan gejala  myasthenia gravis sehingga Anda bisa menjalani kehidupan yang normal.

Tapi, beberapa orang membutuhkan perawatan berkelanjutan dan terkadang butuh perawatan darurat di rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli: Covid-19 Tanpa Gejala Dapat Sebabkan Kerusakan Organ Jangka Panjang

Ahli: Covid-19 Tanpa Gejala Dapat Sebabkan Kerusakan Organ Jangka Panjang

Health | Senin, 07 September 2020 | 07:21 WIB

Waduh! Bawaslu Jadi Klaster Penyebaran COVID-19, 70 Pengawas Terpapar

Waduh! Bawaslu Jadi Klaster Penyebaran COVID-19, 70 Pengawas Terpapar

Jawa Tengah | Senin, 07 September 2020 | 07:55 WIB

Bikin Ahli Khawatir, Ini Kondisi Jantung Pasien Covid-19 Meski Sudah Sembuh

Bikin Ahli Khawatir, Ini Kondisi Jantung Pasien Covid-19 Meski Sudah Sembuh

Health | Senin, 07 September 2020 | 07:30 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB