alexametrics

Update Covid-19 Global: Inggris Akan Lockdown Semua Wilayah

Vania Rossa | Lilis Varwati
Update Covid-19 Global: Inggris Akan Lockdown Semua Wilayah
Ilustrasi Lockdown. (Shutterstock)

Perdana Menteri Boris Johnson memutuskan akan memberlakukan lockdown mulai 14 September.

Suara.com - Update Covid-19 global hari ini menunjukkan kasus harian yang terus bertambah di Inggris. Hal ini pun membuat Inggris memutuskan untuk lockdown semua wilayahnya. Penambahan kasus infeksi Covid-19 yang terus melonjak selama beberapa hari terakhir, membuat Perdana Menteri Boris Johnson memutuskan akan memberlakukan lockdown mulai 14 September.

Dikutip dari Channel News Asia, kelompok yang terdiri lebih dari enam orang akan dilarang bertemu dan didenda jika tidak mematuhi aturan, kata Johnson. Sebelumnya, batasan jumlah orang yang bisa berkumpul di Inggris adalah 30 orang.

"Kita perlu bertindak sekarang untuk menghentikan penyebaran virus. Jadi kami menyederhanakan dan memperkuat aturan tentang kontak sosial," kata Johnson.

Aturan baru itu tidak akan berlaku di tempat kerja atau sekolah, dan akan ada pengecualian untuk pernikahan, pemakaman, dan beberapa olahraga tim yang terorganisir. Namun kebijakan itu dikritik sebagai langkah mundur dalam pemulihan Inggris dari pandemi yang menyebabkan lebih banyak kematian dan kerusakan ekonomi daripada yang terjadi di negara-negara lain di Eropa. Hal itu memicu kecaman luas terhadap kepemimpinan Johnson.

Baca Juga: Pegawai Positif Covid-19, Pabrik Khong Guan di Ciracas Bakal Di-lockdown

Inggris merasa lonjakan infeksi terus meningkat tajam sejak Agustus, dengan rata-rata di atas 1.000 kasus per hari. Penularan paling tinggi diduga terjadi di antara anak muda. Hingga kini jumlah kasus terkonfirmasi di sana mencapai 352.560, bertambah 2.460 infeksi baru dalam satu hari kemarin, Selasa (8/9).

Jumlah ini hanya beda tipis dengan penambahan kasus harian di Indonesia pada tanggal yang sama. Tercatat ada 2.306 infeksi baru kemarin yang membuat total kasus Covid-19 di Indonesia tembus 200.035 orang.

Namun, alih-alih melakukan lockdown seperti Inggris, Satgas Penanganan Covid-19 Indonesia menegaskan agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan. Menurut jubir Satgas Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito, jika 75 persen penduduk di Indonesia patuh menggunakan masker, maka laju penambahan infeksi baru Covid-19 bisa menurun.

"Agar kita melindungi, jangan sampai droplet yang keluar dari diri kita sendiri atau dari orang lain mengenai pihak lainnya. Jika lebih dari 75 persen penduduk patuh menggunakan masker, maka Covid-19 dapat turun secara drastis," kata Wiku dalam jumpa pers di Kantor Presiden yang disiarkan secara virtual, Selasa (8/9/2020).

Indonesia juga menjadi negara dengan angka kematian akibat Covid-19 terbanyak di Asia Tenggara dengan total 8.230 jiwa. Sementara total pasien yang dinyatakan pulih mencapai 142.958 orang.

Baca Juga: Update Corona Dunia: Ini 10 Negara dengan Angka Kematian Tertinggi di Asia

Secara global, Covid-19 telah menginfeksi 27.728.642 orang di 215 negara. Dengan angka kematian sebanyak 901.629 jiwa dan dinyatakan sembuh 19.820.162 orang. Data itu dikutip dari situs worldometers.info pada Rabu, 9 September 2020 pukul 08.45 WIB.

Komentar