Perlambat Laju Penularan Covid-19, Kuncinya Ada di Perilaku Masyarakat

Vania Rossa, Lilis Varwati

Jum'at, 11 September 2020 | 09:32 WIB
Perlambat Laju Penularan Covid-19, Kuncinya Ada di Perilaku Masyarakat
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Suara.com - Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia dr. Syahrizal Syarif berpendapat bahwa ancaman terbesar dalam upaya penanganan pandemi dan memperlambat laju penularan Covid-19 adalah aspek perilaku masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa aturan PSBB sebenarnya berfungsi untuk mengatur lingkungan dengan harapan mengurangi pergerakan setiap orang untuk saling bertemu.

"Memang PSBB mengurangi potensi orang bertemu. Tapi yang penting probabilitas, kalau orang sakit ketemu orang sehat berapa probabilitas dia tertular. Problem di kita, masyarakat transmisi lokal tidak terkendali," kata Syarif saat dihubungi suara.com beberapa waktu lalu.

Artinya, lanjut Syarif, banyak jumlah orang berpotensi menularkan ke orang lain namun tidak diketahui. Kondisi itu kemungkinan besar terjadi pada pasien presimptomatik atau orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 namun tidak terlihat sakit, tapi beberapa hari setelah lakukan tes baru akan muncul gejalanya.

"Orang begini yang biasanya potensi menularkannya jauh lebih besar. Maksud saya, saat ini ancaman paling besar aspek perilaku. Terutama saat kita merasa aman berada dengan orang-orang yang kita anggap aman," katanya.

Di sisi lain, penanganan Covid-19 juga dinilai belum optimal. Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat UI itu mengkritik bahwa penulusuran kontak pasien positif Covid-19 belum dilakukan dengan baik oleh pemerintah Indonesia.

Berdasarkan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Syarif, seharusnya satu orang yang terkonfirmasi positif virus corona harus ditelusuri minimal 30 orang yang pernah lakukan kontak.

"Saat ini kita baru 4 sampai 5 orang yang baru kita telusuri. Spesimen juga baru 33 ribu. Kita setiap minggu harusnya mampu periksa 260 ribu. Karena penduduk kita 260 juta. Kita baru mampu 30 ribuan, dikali 7 hari baru 210 ribu. Paling tidak pemeriksaan spesimen harus bisa mencapai 40 ribuan per hari," paparnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggap Telat Rem Darurat, PSI: Gunakan Rusun Tak Terpakai untuk Isolasi

Anggap Telat Rem Darurat, PSI: Gunakan Rusun Tak Terpakai untuk Isolasi

News | Jum'at, 11 September 2020 | 09:05 WIB

Daftar Kegiatan yang Dilarang dan yang Diperbolehkan saat PSBB Jakarta

Daftar Kegiatan yang Dilarang dan yang Diperbolehkan saat PSBB Jakarta

News | Jum'at, 11 September 2020 | 07:45 WIB

Klaster Keluarga di Solo, 12 Orang Dalam Satu Rumah Positif Covid-19

Klaster Keluarga di Solo, 12 Orang Dalam Satu Rumah Positif Covid-19

Jawa Tengah | Jum'at, 11 September 2020 | 07:55 WIB

Terkini

Minta PDIP Berani 'Ingatkan Presiden', WALHI Adukan Krisis Ekologi dan Tata Ruang ke DPR

Minta PDIP Berani 'Ingatkan Presiden', WALHI Adukan Krisis Ekologi dan Tata Ruang ke DPR

News | Senin, 21 September 2026 | 20:13 WIB

Viral Video Dugaan Ucapan Rasis Dirtek Java United Achmad Resal ke Shin Tae-yong

Viral Video Dugaan Ucapan Rasis Dirtek Java United Achmad Resal ke Shin Tae-yong

Bola | Senin, 21 September 2026 | 20:09 WIB

Tuai Kecaman Usai Disebut Ditutup-tutupi, Ini Alasan Ditjenpas Lepas Mas Bechi Lebih Awal

Tuai Kecaman Usai Disebut Ditutup-tutupi, Ini Alasan Ditjenpas Lepas Mas Bechi Lebih Awal

News | Senin, 21 September 2026 | 20:07 WIB

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kapan Lawan Malaysia?

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kapan Lawan Malaysia?

Bola | Senin, 21 September 2026 | 20:05 WIB

Dua Laga Nirgol, Fikron Afriyanto Ungkap Kunci Kokohnya Pertahanan Kendal Tornado FC

Dua Laga Nirgol, Fikron Afriyanto Ungkap Kunci Kokohnya Pertahanan Kendal Tornado FC

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 20:04 WIB

Tok! Dua Terdakwa Penipuan Investasi Rp5 Miliar Divonis Penjara

Tok! Dua Terdakwa Penipuan Investasi Rp5 Miliar Divonis Penjara

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 19:55 WIB

Borong Tanaman Hias di FLOII Expo 2026 Dapat Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Borong Tanaman Hias di FLOII Expo 2026 Dapat Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Senin, 21 September 2026 | 19:52 WIB

10 Finalis Seleksi Nasional Karang Taruna Berprestasi 2026 Bersaing Menuju 5 Besar, Ini Daftarnya

10 Finalis Seleksi Nasional Karang Taruna Berprestasi 2026 Bersaing Menuju 5 Besar, Ini Daftarnya

Bekaci | Senin, 21 September 2026 | 19:51 WIB

Investasi Emas Makin Mudah, Pegadaian Gandeng blu Hadirkan bluInvest Emas Mulai Rp10 Ribu

Investasi Emas Makin Mudah, Pegadaian Gandeng blu Hadirkan bluInvest Emas Mulai Rp10 Ribu

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 19:50 WIB

OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara, KPK Amankan Total 14 Orang

OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara, KPK Amankan Total 14 Orang

News | Senin, 21 September 2026 | 19:49 WIB

×