Studi Brazil: Diet Keto Bisa Tingkatkan Kualitas Sperma

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 11 September 2020 | 13:16 WIB
Studi Brazil: Diet Keto Bisa Tingkatkan Kualitas Sperma
Sperma laki-laki. [Pixabay]

Suara.com - Sebuah studi kasus mengemukakan bahwa diet keto rendah kalori memberikan manfaat positif pada kebugaran reproduksi pria. Hal ini dinyatakan dalam sebuah penelitian dari Universidade de São Paulo, Brazil yang dipresentasikan pada Kongres European and International Obesity.

Diet keto sendiri merupakan diet yang dilakukan dengan menerapkan pola makan berlemak tinggi namun rendah karbohidrat. Diet ini dilakukan untuk mengurangi konsumsi karbohidrat dan meningkatkan konsumsi lemak agar lemak dalam jumlah tinggi tersebut mencapai tahap ketosis.

Tahap ketosis ini bertujuan untuk membakar lemak sebagai sumber energi utama dan mengubah lemak menjadi keton pada hati sehingga memberikan energi ke otak.

Pada penelitian ini, peserta diprogramkan diet keto yang rendah kalori atau Pronokal. Diet ini tidak hanya rendah karbohidrat (kurang dari 50 gram sehari) tetapi juga membatasi kalori sehat sebanyak 800 kalori sehari.

Melansir dari Insider, penelitian ini didasarkan pada dua pria yang melakukan diet keto untuk menurunkan berat badan. Pada kasus pertama, pasien mengalami penurunan berat badan hampir 60 pon atau sekitar 27 kg dalam tiga bulan. Presentasi lemak tubuhnya turun dari 42 persen menjadi 34 persen. 

Tak hanya itu, kualitas spermanya juga naik hingga 100 persen. Kadar testosteron juga meningkat dua kali lipat. 

Sementara pada kasus kedua, pasien mengalami penuruan berat badan sekitar 9 kilogram dalam waktu tiga bulan. Lemak tubuh juga berkurang dari 26 persen menjadi 21 persen. Sementara peningkatan sperma mencapai 30 persen, namun kadar testosteron malah menurun. 

Diet keto atau diet ketogenik. (Shutterstock)
Diet keto atau diet ketogenik. (Shutterstock)

Dalam laporan kasus ini, para peneliti menyimpulkan bahwa diet rendah karbohidrat dapat bermanfaat bagi kesehatan seksual. Sementara itu peningkatan konsumsi lemak juga mendukung tingkat sperma yang sehat.

Penelitian sebelumnya juga mengaitkan tingkat asupan lemak makanan yang lebih tinggi dengan peningkatan testosteron.

Tidak hanya diet keto yang secara khusus dikaitkan dengan peningkatan reproduksi pria, beberapa diet lain juga disebutkan memiliki manfaat yang sama. Sebagai contoh, Diet Mediterania dikaitkan dengan perbaikan disfungsi ereksi.

Dalam sebuah studi tahun 2004, program diet dan olahraga yang sehat membantu memperbaiki disfungsi ereksi pada pria gemuk.

Selain itu, Diet DASH yang membatasi daging merah dan produk susu berlemak penuh yang menggantinya dengan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian juga dikaitkan dengan peningkatan kuantitas dan kualitas sperma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Diet Keto? Ketahui Manfaat dan Cara Diet Keto

Apa Itu Diet Keto? Ketahui Manfaat dan Cara Diet Keto

Health | Kamis, 03 September 2020 | 16:29 WIB

Awas! Sering Melihat Layar Ponsel di Malam Hari, Turunkan Kualitas Sperma

Awas! Sering Melihat Layar Ponsel di Malam Hari, Turunkan Kualitas Sperma

Tekno | Minggu, 30 Agustus 2020 | 06:05 WIB

5 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Mulai Diet Keto

5 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Mulai Diet Keto

Health | Selasa, 11 Agustus 2020 | 19:16 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB