alexametrics

Meski di Luar Ruangan, Makan di Restoran Tetap Berisiko Tertular Corona

Bimo Aria Fundrika
Meski di Luar Ruangan, Makan di Restoran Tetap Berisiko Tertular Corona
Ilustrasi makan di restoran saat new normal. (Shutterstock)

Ada juga yang beranggapan bahwa tidak masalah untuk makan di restoran asal di ruang terbuka. Tapi, anggapan itu juga ternyata keliru.

Suara.com - Pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta melarang restoran dan tempat makan untuk bisa makan di tempat. Aktivitas tersebut dinilai berisiko menularkan virus corona karena berkumpul di suatu ruangan tertutup.

Ada juga yang beranggapan bahwa tidak masalah untuk makan di restoran asal di ruang terbuka. Tapi, anggapan itu juga ternyata keliru.

Dilansir dari Medical Daily, sbuah laporan baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menemukan bahwa makan di luar dikaitkan dengan peningkatan kasus positif Covid-19.

"Orang-orang dengan hasil tes SARS-CoV-2 positif kira-kira dua kali lebih mungkin dilaporkan makan di restoran daripada mereka yang hasil tes SARS-CoV-2 negatif."

Baca Juga: Kabar Duka, Dokter di Bekasi Meninggal Dunia Akibat Corona

Ilustrasi makan di restoran saat new normal. (Shutterstock)
Ilustrasi makan di restoran saat new normal. (Shutterstock)

Para peneliti membandingkan orang yang tidak memiliki Covid-19 dengan orang yang memilikinya. Mereka menemukan bahwa orang yang menderita Covid-19 dua kali lebih mungkin untuk makan di restoran dalam 2 minggu sebelumnya.

Dua minggu adalah angka yang signifikan karena diperlukan waktu hingga 14 hari untuk menunjukkan gejala setelah infeksi.

Mereka yang makan di restoran, tetapi tetap berada di teras percaya bahwa itu lebih aman, ini tetap bukan kabar baik. CDC mendefinisikan restoran sebagai "tempat duduk di dalam, teras, dan di luar ruangan".

Beberapa dari mereka yang tertular Covid-19 tahu tentang kontak dekat, tetapi yang lainnya tidak. Ketika para peneliti fokus pada kelompok terakhir ini, mereka menemukan orang-orang ini hampir 3 kali lebih mungkin pergi ke restoran dan 4 kali lebih mungkin pergi ke kedai kopi atau kafe.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa pajanan dan aktivitas di mana penggunaan masker dan jarak sosial sulit dipertahankan, termasuk pergi ke tempat-tempat yang menawarkan makan atau minum di tempat, mungkin menjadi faktor risiko penting untuk tertular COVID-19."

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Naik 10,4 Persen dalam Sepekan

Orang-orang yang diteliti di sini tidak ditanyai tentang perilaku mereka, seperti memakai masker.

Komentar