Studi: Rasa Kesepian Bisa Berisiko Timbulkan Diabetes Tipe 2

Irwan Febri Rialdi, Fita Nofiana

Rabu, 16 September 2020 | 07:32 WIB
Studi: Rasa Kesepian Bisa Berisiko Timbulkan Diabetes Tipe 2
Rasa kesepian. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi menunjukkan bahwa rasa kesepian bisa meningkatkan risiko diabetes dan risiko keparahan diabetes tipe 2. Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal Diabetologia, jurnal Asosiasi Eropa untuk Studi Diabetes (EASD).

Kesepian dalam hal ini bukan soal tidak terhubung sama sekali dengan dunia sosial. Namun rasa kesepian yang muncul karena kurangnya interaksi sosial yang berkualitas atau sesuai yang dibutuhkan. 

Melansir dari Medicalxpress, studi tersebut menunjukkan bahwa kesepian yang berkepanjangan dapat memengaruhi perkembangan diabetes. Dengan begitu, pandemi yang menjauhkan orang secara fisik dikhawatirkan bisa memicu kerentanan orang terhadap diabetes tipe 2. 

Penelitian sebelumnya telah mengaitkan kesepian dengan peningkatan risiko kematian dan penyakit jantung. Studi ini adalah yang pertama menyelidiki pengalaman kesepian dengan timbulnya diabetes tipe 2 di kemudian hari.

"Studi ini menunjukkan hubungan yang kuat antara kesepian dan timbulnya diabetes tipe 2," kata kata Penulis utama Dr. Ruth Hackett dari Institute of Psychiatry, Psychology & Neuroscience (IoPPN) King's College London

"Yang paling mencolok adalah hubungan ini tetap kuat bahkan setelah memperhtungkan faktor-faktor yang penting dalam perkembangan diabetes seperti merokok, minum alkohol dan asupab glukosa darah serta faktor kesehatan mental seperti depresi," imbuhnya.

Menurut penelitian, kemungkinan alasan biologis di balik hubungan antara kesepian dan diabetes tipe 2 bisa jadi adalah dampak kesepian yang terus-menerus pada sistem biologis yang berimbas pada stres. Hal ini yang seiring waktu memengaruhi tubuh dan meningkatkan risiko diabetes.

“Jika perasaan kesepian menjadi kronis, kemudian setiap hari Anda menstimulasi sistem stres maka dari waktu ke waktu akan menyebabkan kerusakan pada tubuh  dan perubahan negatif dalam biologi terkait dengan perkembangan diabetes tipe 2," jelas Dr. Hackett.

Para peneliti menyarankan untuk selalu terhubung dengan sosial agar melindungi dari berbagai penyakit. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekomendasi Olahraga bagi Pasien Diabetes, Tingkatkan Sensitivitas Insulin!

Rekomendasi Olahraga bagi Pasien Diabetes, Tingkatkan Sensitivitas Insulin!

Health | Selasa, 15 September 2020 | 07:46 WIB

Penderita Diabetes Kerap Alami Bau Mulut, Begini Cara Mengatasinya

Penderita Diabetes Kerap Alami Bau Mulut, Begini Cara Mengatasinya

Health | Minggu, 13 September 2020 | 09:05 WIB

Ketahui Jenis Batu Ginjal dan Kapan Waktu yang Tepat untuk Intervensi Medis

Ketahui Jenis Batu Ginjal dan Kapan Waktu yang Tepat untuk Intervensi Medis

Health | Minggu, 13 September 2020 | 05:43 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB