Studi: Tidak Populer di Sekolah, Anak Berisiko Sakit Jantung Saat Dewasa

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 16 September 2020 | 11:38 WIB
Studi: Tidak Populer di Sekolah, Anak Berisiko Sakit Jantung Saat Dewasa
Ilustrasi anak/remaja tidak populer. (Shutterstock)

Suara.com - Popularitas anak selama masa sekolah ternyata bisa mempengaruhi kesehatannya di masa deasa kelak. Penelitian membuktikan bahwa anak yang tidak populer lebih mungkin terkena penyakit jantung saat dewasa.

Studi baru menemukan bahwa anak laki-laki yang tidak populer di antara teman sebayanya saat usia 13 tahun memiliki risiko penyakit peredaran darah 34 persen lebih tinggi saat dewasa. Sementara anak perempuan memiliki risiko 33 persen lebih tinggi.

Penelitian yang dipublikasikan di BMJ Open itu menyebutkan hubungan keduanya setelah mengontrol faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil, seperti pengaturan keluarga dan latar belakang sosial-ekonomi. Para ahli dari Universitas Stockholm di Swedia mengatakan, alasan pasti peningkatan risiko penyakit masih belum jelas.

"Gangguan mental dan gangguan akibat penyalahgunaan alkohol di masa dewasa kemungkinan besar dipengaruhi oleh kesulitan selama masa kanak-kanak. Sejalan dengan penelitian sebelumnya, faktor-faktor ini ditunjukkan sebagai penentu penyakit peredaran darah," ucap peneliti dikutip dari Mirror.

"Status teman yang rendah, isolasi sosial dan marginalisasi mungkin sangat menyusahkan di masa kanak-kanak," tambahnya.

Peneliti menjelaskan bahwa anak-anak yang terisolasi secara sosial menderita karena kurangnya dukungan sosial dan emosional juga dari pengalaman berkurangnya kesempatan untuk berteman dan mengontrol perilaku mendominasi oleh orang lain. Secara keseluruhan, kesulitan-kesulitan ini dapat mengganggu perkembangan sosial dan emosional anak-anak dan menyebabkan perilaku dan kerugian yang sulit diperbaiki di kemudian hari.

Tim tersebut mengatakan anak-anak yang mengalami intimidasi diketahui mengembangkan masalah seperti kecemasan dan depresi dengan mulai merokok, yang berdampak buruk bagi jantung.

"Studi telah menunjukkan bahwa masalah seperti itu bertahan sepanjang masa dewasa, yang tercermin dari kesehatan mental dan fisik yang lebih rendah," kata para ahli.

Studi tersebut mengamati kesehatan 5.410 laki-laki dan 5.990 perempuan yang status kelompok sebaya diketahui pada usia 13 tahun dan dilacak hingga usia 60-an sebagai bagian dari studi jangka panjang. Untuk menilai status kelompok sebaya, anak usia 13 tahun ditanyai siapa di antara teman sekelas mereka yang lebih mereka sukai.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jeremy Teti Sudah Pakai 3 Ring Jantung, Bisakah Sembuh?

Jeremy Teti Sudah Pakai 3 Ring Jantung, Bisakah Sembuh?

Health | Rabu, 22 Juli 2020 | 14:33 WIB

Bukan Kena Corona, Mayat yang Tertukar Meninggal karena Sakit Jantung

Bukan Kena Corona, Mayat yang Tertukar Meninggal karena Sakit Jantung

Jatim | Rabu, 24 Juni 2020 | 16:30 WIB

10,5 Persen Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia Idap Masalah Jantung

10,5 Persen Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia Idap Masalah Jantung

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 11:57 WIB

Terkini

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×