Kunyah Permen Karet disebut Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Efektifkah?

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Jum'at, 18 September 2020 | 09:46 WIB
Kunyah Permen Karet disebut Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Efektifkah?
Seorang perempuan sedang makan permen karet. [shutterstock]

Suara.com - Ada anggapan bahwa mengunyah permen karet bisa menjadi penurun berat badan. Hal ini disebabkan karena mengunyah permen karet bisa membantu menontrol diri dari makan sembarangan dan mengencangkan otot wajah. 

Melansir dari Healthline, berikut beberapa manfaat mengunyah permen karet dalam membantu menurunkan berat badan, antara lain:

Menurunkan Rasa Ingin Makan

Tindakan mengunyah dapat mengurangi rasa lapar, membuat Anda merasa lebih kenyang dan membantu mengurangi rasa ingin ngemil. 

Menurut sebuah studi, sebagian peserta yang diminta untuk mengunyah permen karet tanpa gula selama 30 menit setelah makan mengalami dampak positif. Pengunyah permen karet dilaporkan merasa lebih kenyang daripada non-pengunyah permen karet.

Membantu Mengurangi Asupan Kalori

Dalam sebuah penelitian, peserta yang mengunyah permen karet di antara jam sarapan dan makan siang tidak hanya merasa kurang lapar tetapi juga makan sekitar 68 kalori lebih sedikit saat makan siang.

Meski temuan penelitian ini tampak menjanjikan, perlu diingat bahwa pengurangan asupan kalori saat makan permen karet tergolong kecil. Selain itu, tidak jelas apakah makan permen karet mengakibatkan penurunan berat badan jangka panjang yang signifikan.

Membantu Membakar Kalori

Beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa tindakan mengunyah permen karet dapat membantu membakar beberapa kalori tambahan. Dalam satu penelitian kecil, peserta yang mengunyah permen karet sebelum dan sesudah sarapan membakar sekitar 3–5 persen lebih banyak kalori dalam 3 jam setelah makan. 

Ilustrasi permen karet. (Shutterstock)
Ilustrasi permen karet. (Shutterstock)

Dalam studi lain, mengunyah permen karet setelah makan meningkatkan jumlah kalori yang dibakar melalui pencernaan. Namun, peningkatan jumlah kalori yang dibakar tetap sangat kecil.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa mengunyah permen karet sambil berjalan dapat membantu menurunkan berat badan. Hal ini bisa meningkatkan detak jantung dan kecepatan berjalan yang kemungkinan dapat meningkatkan pembakaran lemak serta kalori.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Tantangan Diet 3 Bulan, Hadiahnya Rp 193 Juta, Mau?

Ada Tantangan Diet 3 Bulan, Hadiahnya Rp 193 Juta, Mau?

Health | Kamis, 17 September 2020 | 21:00 WIB

Model Playboy Sebut Hubungan Intim Setiap Hari Jadi Rahasia Tubuh Indahnya

Model Playboy Sebut Hubungan Intim Setiap Hari Jadi Rahasia Tubuh Indahnya

Lifestyle | Kamis, 10 September 2020 | 10:42 WIB

Ingin Turunkan Berat Badan Pascamelahirkan, Perhatikan 5 Hal ini

Ingin Turunkan Berat Badan Pascamelahirkan, Perhatikan 5 Hal ini

Health | Sabtu, 05 September 2020 | 14:56 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB