Kasus Baru Covid-19 di Indonesia Terus Melonjak, Ketua IDI Angkat Bicara

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 22 September 2020 | 11:46 WIB
Kasus Baru Covid-19 di Indonesia Terus Melonjak, Ketua IDI Angkat Bicara
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Daeng Faqih SH. MH angkat bicara mengenai kenaikan kasus baru Covid-19 yang terus melonjak. Menurutnya, perlu ada dua hal yang harus disiapkan dalam mengatasi lonjakan infeksi virus corona.

Hal pertama, katanya, menambah kapasitas layanan kesehatan. "Karena kalau tidak ditambah, kami khawatir ada saudara kita yang sakit tidak dapat ruangan. Kemudian kalau tidak ditambah kapasitas, pasien overload, petugas kesehatan akan kelelahan sehingga memudahkan penularan," kata Daeng dalam webinar BNPB Indonesia, Selasa (22/9/2020).

Ia menyampaikan, penambahan kapasitas itu tidak hanya untuk melindungi seluruh tenaga medis, tetapi juga petugas kesehatan yang tidak bersentuhan langsung dengan pasien.

Kemudian hal kedua, Daeng menyampaikan bahwa IDI telah sepakat dengan seluruh petugas kesehatan untuk lakukan kampanye disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat.

"Kalau tidak disiplin terhadap protokol kesehatan, penularan di masyarakat tetap tinggi. Sekuat apa pun kita meningkatkan kapasitas, suatu saat nanti terlampaui juga kapasitas itu," ujarnya.

"Sehingga mungkin nanti tenaga kesehatan selain di pelayanan kami akan berembuk lakukan kampanye dengan masyarakat. Sehingga penularan di masyarakat bisa di tekan. Agar disiplin protokol kesehatan, minimal disiplin pakai masker," tambah Daeng.

Sebelumnya, diakui Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro bahwa penambahan kasus positif bertambah secara signifikan. Infeksi baru kembali tembus lebih dari 4 ribu saat dilaporkan Senin (21/9). Sehingga secara akumulatif, total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 248.852 kasus.

"Penambahan yang signifikan yaitu sebanyak 4.176 kasus," ujar Reisa dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Senin (21/9/2020).

Kemudian, kata Reisa, jumlah kasus aktif atau pasien yang masih menjalani isolasi mencapai 58.378 orang. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 582 kasus aktif dibanding Minggu, 20 September 2020.

Tak hanya itu, Reisa mengatakan angka kasus aktif dan konfirmasi merupakan salah satu hasil dari meningkatnya upaya pelacakan atau tracing dan pemeriksaan seiring dengan upaya pemerintah yang terus meningkatkan kemampuan 3T yakni testing, tracing dan treatment.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Daerah Zona Hijau di Indonesia Terlengkap

Daftar Daerah Zona Hijau di Indonesia Terlengkap

News | Sabtu, 12 September 2020 | 17:48 WIB

Update Covid-19 Global: DKI PSBB Lagi, China Tambah 7 Kasus Baru

Update Covid-19 Global: DKI PSBB Lagi, China Tambah 7 Kasus Baru

Health | Jum'at, 11 September 2020 | 09:24 WIB

Update Covid-19 Global: Kasus Baru di AS Melambat, India Pecah Rekor

Update Covid-19 Global: Kasus Baru di AS Melambat, India Pecah Rekor

Health | Kamis, 10 September 2020 | 09:43 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB