alexametrics

Studi AS: 51% dari Semua Karyawan Sekolah Berisiko Tinggi Terkena Covid-19

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Studi AS: 51% dari Semua Karyawan Sekolah Berisiko Tinggi Terkena Covid-19
Ilustrasi sekolah di tengah pandemi. (Pixabay/Alexandra Kochi)

Hasil studi ini membuat keputusan pembukaan sekolah kembali menjadi sulit.

Suara.com - Beberapa sekolah sedang mempertimbangkan untuk dibuka kembali sejak pandemi Covid-19 terjadi. Namun sebuah studi baru dapat membuat keputusan menjadi makin sulit.

Peneliti dari Agency for Healthcare Research and Quality menemukan antara 42 persen hingga 51 persen dari semua karyawan sekolah memenuhi kriteria Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, baik untuk memiliki peningkatan risiko atau potensi peningkatan risiko terinfeksi Covid-19.

Penyakit penyerta seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan usia yang lebih tua, merupakan faktor yang pendukung yang membuat seseorang berisiko tinggi terkena virus corona.

Menurut studi, obesitas dan tekanan darah tinggi adalah faktor utama yang membuat karyawan sekolah berisiko tinggi terkena infeksi.

Baca Juga: Pedoman Baru CDC: Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara

Penelitian juga menunjukkan bahwa pria dan kulit hitam lebih rentan terhadap virus daripada wanita dan kulit putih.

Ilustrasi anak-anak sekolah. (Shutterstock)
Ilustrasi anak-anak sekolah. (Shutterstock)

Analisis ini yang terbit di jurnal Health Affairs pada Kamis (17/9/2020), menggunakan data yang dikumpulkan antara 2014 hingga 2017 untuk melihat bagaimana staf, guru, atau murid berisiko terinfeksi Covid-19.

"Temuan ini menjadi sangat penting dalam konteks Covid-19, sejauh risiko penularan juga meningkat seiring dengan usia anak," kata para peneliti, dilansir CNN.

Kekurangan dari penelitian ini adalah data yang ditinjau terjadi sebelum pandemi dan tidak memperhitungkan perubahan luar biasa yang telah terjadi.

Ada kemungkinan penelitian ini kurang menghitung jumlah sebenarnya dari mereka yang berkaitan dengan sekolah dan memenuhi kriteria orang yang berisiko dari CDC untuk infeksi Covid-19.

Baca Juga: Penelitian di Jepang Sebut Jus Kesemek Bisa Melumpuhkan Virus Corona

Komentar