Awas, Kesepian Bisa Berpengaruh Terhadap Risiko Diabetes

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 23 September 2020 | 07:10 WIB
Awas, Kesepian Bisa Berpengaruh Terhadap Risiko Diabetes
Rasa kesepian melanda usia atau periode orang tertentu. (Shutterstock)

Suara.com - Kesepian telah dikaitkan dengan serangkaian risiko kesehatan yang serius seperti penyakit jantung.

Tetapi dalam sebuah studi baru, para peneliti menemukan bahwa hal itu juga dapat memprediksi perkembangan diabetes tipe 2.

Penelitian tersebut, yang merupakan yang pertama untuk melihat hubungan antara kesepian dan diabetes tipe 2 diterbitkan dalam jurnal Diabetologia (jurnal Asosiasi Eropa untuk Studi Diabetes [EASD]).

Para peneliti menyarankan bahwa membantu orang membentuk dan mengalami hubungan positif dapat menjadi alat yang berguna dalam strategi pencegahan diabetes tipe 2, terutama selama pandemi Covid-19.

Ilustrasi Diabetes. (Shutterstock)

Hal itu karena penderita diabetes berisiko lebih besar terkena Covid-19 yang serius.

Dengan pandemi virus crona yang melanda negara itu, banyak orang Amerika di bawah instruksi ketat untuk tinggal di rumah dan mempraktikkan jarak sosial dari orang lain.

Kesepian, menurut penulis penelitian, adalah ketidakseimbangan antara hubungan sosial yang diinginkan dan yang sebenarnya. Dengan kata lain, itu terjadi ketika seseorang merasa bahwa kebutuhan sosial mereka tidak terpenuhi.

Penelitian mereka mencatat bahwa seperlima orang dewasa di Inggris dan sepertiga orang dewasa di Amerika Serikat terkadang merasa kesepian.

Sebuah studi Afrika Selatan tahun 2017, berdasarkan tanggapan lebih dari 3.600 orang, menemukan bahwa 9,9 persen responden melaporkan kesepian, dengan prevalensi yang sangat tinggi di antara orang dewasa yang lebih tua.

Tindak lanjut dua belas tahun mengungkapkan temuan yang mengejutkan

Para peneliti dari King's College London menganalisis data dari English Longitudinal Study of Aging pada 4.112 orang dewasa berusia 50 tahun ke atas. Data dikumpulkan antara 2002 dan 2017.

Semua peserta penelitian bebas dari diabetes dan memiliki kadar glukosa darah normal pada awal pengumpulan data.

Setelah tindak lanjut selama 12 tahun, tim peneliti menemukan bahwa 264 orang mengembangkan diabetes tipe 2, dan tingkat kesepian mereka yang diukur pada awal pengumpulan data merupakan prediktor yang signifikan dari timbulnya diabetes tipe 2 di kemudian hari dalam hidup mereka. .

Faktor-faktor lain, seperti merokok, alkohol, dan berat badan, semuanya diperhitungkan, dan hubungannya tidak tergantung pada depresi, hidup sendiri, dan isolasi sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Mandi Air Panas di Bak Bisa Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Studi: Mandi Air Panas di Bak Bisa Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Health | Selasa, 22 September 2020 | 17:39 WIB

Kenali, Begini 3 Tanda Paling Umum Diabetes Tipe 2

Kenali, Begini 3 Tanda Paling Umum Diabetes Tipe 2

Health | Selasa, 22 September 2020 | 15:58 WIB

Kontrol Diabetes, Coba Konsumsi 4 Makanan Sehat Ini

Kontrol Diabetes, Coba Konsumsi 4 Makanan Sehat Ini

Health | Selasa, 22 September 2020 | 12:06 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB