Kelainan Kulit Langka, Kenali Sindrom Stevens-Johnson

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Minggu, 27 September 2020 | 17:25 WIB
Kelainan Kulit Langka, Kenali Sindrom Stevens-Johnson
Ilustrasi ruam. [shutterstock]

Suara.com - Penyakit kulit seperti eksim yang membuat kondisi kulit kering dan gatal serta kemerahan mungkin sudah banyak diketahui orang. Namun tahukah Anda soal sindrom Stevens-Johnson?

Sama-sama memengaruhi kondisi kulit, sindrom Stevens-Johnson merupakan kelainan kulit langka yang serius dan menyerang selaput lendir.

Dilansir dari Mayo Clinic, biasanya sindrom ini merupakan reaksi terhadap pengobatan yang dimulai dengan gejala mirip flu, diikuti oleh ruam yang menyebar dan melepuh.

Kemudian lapisan atas kulit yang terkena akan mati, terlepas dan mulai sembuh setelah beberapa hari. Tanda-tanda lain termasuk demam, mata terbakar, kelelahan, dan ketika kondisinya memburuk, nyeri kulit hingga lecet.

Obat-obatan yang dapat menyebabkan sindrom Stevens-Johnson meliputi:

  • Obat anti asam urat, seperti allopurinol
  • Pengobatan untuk mengobati kejang dan penyakit mental (antikonvulsan dan antipsikotik)
  • Sulfonamida antibakteri (termasuk sulfasalazine)
  • Nevirapine (Viramune, Viramune XR)
  • Pereda nyeri, seperti acetaminophen (Tylenol, others), ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) dan naproxen sodium (Aleve)
    Tubuh gatal dan dipenuhi ruam merupakan gejala urtikaria idiopatik kronis. (Shutterstock)
    Ilustrasi ruam. (Shutterstock)

Sedangkan faktor-faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengembangkan sindrom Stevens-Johnson meliputi:

1. Infeksi HIV. Di antara orang dengan HIV, kejadian sindrom Stevens-Johnson sekitar 100 kali lebih besar daripada di antara populasi umum.

2. Sistem kekebalan yang melemah. Sistem kekebalan dapat dipengaruhi oleh transplantasi organ, HIV / AIDS, dan penyakit autoimun.

3. Kanker. Orang dengan kanker, terutama kanker darah, berisiko lebih tinggi terkena sindrom Stevens-Johnson.

4. Sejarah sindrom Stevens-Johnson. Jika Anda pernah mengalami bentuk terkait pengobatan dari kondisi ini, Anda berisiko kambuh jika mengonsumsi obat itu lagi.

5. Memiliki riwayat keluarga sindrom Stevens-Johnson. Jika anggota keluarga dekat pernah mengalami sindrom Stevens-Johnson, Anda mungkin lebih rentan untuk mengembangkannya juga.

6. Faktor genetik. Memiliki variasi genetik tertentu menempatkan Anda pada peningkatan risiko sindrom Stevens-Johnson, terutama jika Anda juga mengonsumsi obat untuk kejang, asam urat, atau penyakit mental.

Sindrom Stevens-Johnson termasuk keadaan darurat medis yang biasanya membutuhkan rawat inap. Perawatan akan berfokus pada menghilangkan penyebabnya, merawat luka, mengendalikan rasa sakit, dan meminimalkan komplikasi saat kulit tumbuh kembali. Biasanya perlu waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk pulih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Idap Sindrom Stevens-Johnson, Tubuh Gadis Ini Terbakar setelah Minum Obat

Idap Sindrom Stevens-Johnson, Tubuh Gadis Ini Terbakar setelah Minum Obat

Health | Jum'at, 11 September 2020 | 10:38 WIB

Idap Sindrom Rapunzel, Dokter Temukan Bola Rambut 7kg di Perut Gadis Ini!

Idap Sindrom Rapunzel, Dokter Temukan Bola Rambut 7kg di Perut Gadis Ini!

Health | Sabtu, 05 September 2020 | 15:52 WIB

Hati-hati, Sindrom Ini Terjadi pada Anak-anak Setelah Terpapar Covid-19!

Hati-hati, Sindrom Ini Terjadi pada Anak-anak Setelah Terpapar Covid-19!

Health | Jum'at, 04 September 2020 | 10:41 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB