Kenapa Begadang Membuat Seseorang Berisiko Terkena Serangan Jantung?

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 27 September 2020 | 19:10 WIB
Kenapa Begadang Membuat Seseorang Berisiko Terkena Serangan Jantung?
Ilustrasi begadang. (Shutterstock)

Suara.com - Begadang seringkali dikaitkan dengan dampak buruk terhadap kesehatan jantung. Tak main-main, kebiasaan begadang ternyata berpotensi meningkatkan seseorang mengalami serangan jantung di kemudian hari!

Kenapa bisa begitu? Dokter spesialis pembuluh darah dan jantung dr Vito Damay Sp.Jp (K) menyampaikan, begadang dapat membuat irama tubuh berubah.

"Tubuh kita punya irama sendiri. Misal pagi bangun pasti lebih segar, daripada malam ngantuk. Kalau lapar itu sebenarnya keluar asam lambung. Nah, kalau tidur gak teratur, irama itu jadi terganggu," katanya dalam sharing session 'Love Your Heart is Not That Hard' Minggu (2/9/2020).

Ia menjelaskan, jika tidur teratur, tubuh akan menurunkan tekanan darah secara perlahan. Otomatis detak jantung dan napas juga berangsur-angsur jadi lebih pelan. Lain halnya jika tidur secara tidak teratur. 

"Detak jantung akan lebih cepat dan stres hormonnya akan menumpuk. Sehingga detak jantung tetap cepat, tekanan darah tinggi padahal harusnya istirahat di malam hari. Ini yang menyebabkan tekanan darah makin kaku dan kemungkinan besar terjadi serangan jantung di kemudian hari," paparnya.

Senada dengan dokter Vito, dokter spesialis gizi klinik dr. Cindiawaty Pudjiadi MARS, MS, Sp.GK juga mengatakan bahwa begadang berpotensi menyebabkan seseorang jadi obesitas.

Kegemukan pada akhirnya, dapat menjadi gerbang awal dari munculnya berbagai penyakit salah satunya masalah kolesterol dan risiko serangan jantung.

"Orang begadang pilihan makananya ngaco, karena yang ada saat malam sesuatu yang gampang. Mi instan, ditambah gorengan, ditambah cemilan. Itu akan membuat total asupan berlebih. Ditambah pagi jadi malas olaharaga kemungkinan berat badan naik itu berisiko semua penyakit," ucapnya. 

Menurutnya memang ada makanan yang bisa merangsang reaksi otak jadi lebih baik untuk tidur saat malam. Salah satunya cokelat. Namun, ia mengingatkan untuk memerhatikan juga kadar gula dan kalori pada cokelat yang dikonsumsi.

baca juga

Daripada itu, Cindi menyarankan sebaiknya mengubah pola hidup begadang secara perlahan.  "Pola hidup terbalik itu harus diubah. Mungkin siang harus lebih aktif," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubes FKM UI Tekankan Pentingnya Literasi Gizi di Sekolah dan di Rumah

Gubes FKM UI Tekankan Pentingnya Literasi Gizi di Sekolah dan di Rumah

Health | Minggu, 27 September 2020 | 17:45 WIB

Dokter Sebut Serangan Jantung Tak Datang Tiba-tiba, Ini Penyebabnya!

Dokter Sebut Serangan Jantung Tak Datang Tiba-tiba, Ini Penyebabnya!

Health | Minggu, 27 September 2020 | 16:56 WIB

Dokter Faisal yang Terpapar Covid-19 Kembali Aktif Rawat Pasien

Dokter Faisal yang Terpapar Covid-19 Kembali Aktif Rawat Pasien

Kalbar | Minggu, 27 September 2020 | 16:27 WIB

Terkini

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 05:41 WIB

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

×