Sering Mendengkur saat Tidur? Hati-hati Risiko Serangan Jantung

Minggu, 27 September 2020 | 08:37 WIB
Sering Mendengkur saat Tidur? Hati-hati Risiko Serangan Jantung
Ilustrasi mendengkur. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Serangan jantung terjadi ketika arteri yang memasok darah dan oksigen ke jantung tersumbat oleh penumpukan plak lemak yang disebut kolesterol.

Serangan jantung termasuk dalam kategori penyakit kardiovaskular yang mengacu pada kondisi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah.

Seseorang bisa berisiko mengalami serangan jantung bisa kebiasaan mendengkur ketika tidur. Mendengkur adalah kondisi terkait apnea tidur obstruktif yang meningkatkan risiko diabetes, obesitas, hipertensi, dan stroke.

Apnea tidur memengaruhi lebih banyak pria daripada wanita di awal kehidupan. Apnea tidur juga tidak lebih dari sekadar gangguan tidur, tetapi bisa mengancam kesehatan jantung.

Menurut American Heart Association dilansir dari Express, mendengkur bisa menjadi tanda apnea tidur yang merupakan faktor risiko penyakit jantung. Sedangkan, penyakit jantung bisa menyebabkan serangan jantung.

Ilustrasi serangan jantung (shutterstock)
Ilustrasi serangan jantung (shutterstock)

Apnea tidur ini disebabkan oleh jeda pernapasan seseorang ketika tidur. Kondisi ini bisa terjadi akibat beban di dada dan leher bagian atas yang menghalangi saluran udara.

Anda bisa berisiko terkena apnea tidur jika mendengkur sangat keras dan terdengar seperti terengah-engah atau tersedak. Mendengkur juga mengacu pada pola tidur yang mana seseorang bernapas sambil mengeluarkan suara mendengus.

Kebiasaan mendengkur ini bisa lebih berbahaya seiring bertambahnya usia karena menyebabkan penyakit jantung. Ada beberapa jenis apnea tidur, tetapi yang paling umum adalah apnea tidur obstruktif.

Kondisi ini memengatuhi pola pernapasan saat tidur dan mnyebabkan seseorang berhenti bernapas dan mulai berulang kali.

Baca Juga: Dokter Spanyol Sebut Benjolan di Lidah Bisa Jadi Tanda Infeksi Covid-19

Jika tak diobati, apnea tidur bisa meningkatkan risiko stroke, detak jantung tidak teratur dan diabetes tipe 2. Anda bisa menurunkan risikonya dengan mengurangi berat badan bila obesitas dan menghindari minuman alkohol.

Sedangkan, Anda bisa menurunkan risiko serangan jantung dengan melakukan sedikit perubahan pola makan atau gaya hidup. Pasalnya, konsumsi makanan sehat dan seimbang akan menurunkan risiko timbunan lemak di arteri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI