Perlu Waspada, Tindakan Tato Bisa Merusak Kelenjar Keringat

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Senin, 28 September 2020 | 21:37 WIB
Perlu Waspada, Tindakan Tato Bisa Merusak Kelenjar Keringat
Ilustrasi tato. (Shutterstocks)

Suara.com - Sebuah penelitian baru menemukan bahwa area kulit yang ditato tidak mengeluarkan keringat sebanyak bagian tanpa tato. Hal mungkin berimplikasi pada kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri.

Dilansir dari Medical Xpress, keringat normal bekerja membantu mengatur suhu tubuh. Kelenjar keringat ekrin, yang ditemukan di seluruh tubuh, menghasilkan keringat berbasis air untuk mendinginkan tubuh.

Kerusakan pada kelenjar ekrin dapat mengganggu respons berkeringat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko panas berlebih. Studi pertama dari jenisnya ini diterbitkan sebelum dicetak di Journal of Applied Physiology.

Para peneliti mempelajari relawan dengan tato di lengan atas atau bawah mereka berukuran setidaknya 5,6 sentimeter persegi dan area kulit yang tidak bertato yang berdekatan.

Untuk meningkatkan respons seluruh tubuh berkeringat, para relawan mengenakan setelan perfusi yang mengalirkan air panas ke suhu 120 derajat F selama 30 menit atau lebih.

Tim peneliti kemudian mengukur suhu tubuh internal peserta dan tingkat keringat serta suhu kulit pada area kulit yang bertato dan tidak bertato di lengan yang sama. Para peneliti juga menggunakan teknik laser untuk mengukur aliran darah di kulit.


Namun, pengukuran aliran darah tidak dapat diandalkan, kemungkinan karena sifat reflektif atau penyerap dari tinta yang digunakan pada tato partisipan.

Hasilnya, ditemukan bahwa area bertato dan non-tato mulai berkeringat pada waktu yang hampir bersamaan sebagai respons terhadap panas, yang menunjukkan bahwa sinyal saraf ke kelenjar keringat berfungsi normal di kulit bertato.

Namun, berkurangnya keringat yang dihasilkan dapat menunjukkan bahwa kerusakan kelenjar terjadi selama kulit ditusuk berulang kali saat tato diterapkan.

Tato berukuran kecil cenderung tidak mengganggu pengaturan suhu tubuh secara keseluruhan, namun penurunan keringat pada area yang bertato dapat berdampak pada pembuangan panas. Terutama ketika tato menutupi permukaan kulit yang lebih luas.

"Data ini menunjukkan bahwa efek jaminan dari proses tato berdampak negatif pada fungsi kelenjar keringat ekrin dan dapat dianggap sebagai komplikasi jangka panjang potensial atau efek samping dari prosedur kosmetik ini," tulis peneliti.

Penelitian sebelumnya yang terbit di Journal of Applied Physiology telah menemukan bahwa kulit yang bertato memiliki konsentrasi natrium yang lebih tinggi dalam keringat, ini menunjukkan berkurangnya fungsi saluran keringat ekrin.

Proses pengaplikasian tato sendiri bisa membutuhkan hingga 3.000 tusukan ke kulit per menit, yang dapat mengakibatkan kerusakan kelenjar keringat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Punya Tato Sampai Muka, Lelaki Ini Ternyata Seorang Guru TK!

Punya Tato Sampai Muka, Lelaki Ini Ternyata Seorang Guru TK!

Sumsel | Jum'at, 25 September 2020 | 14:09 WIB

Awas, Ruam Biang Keringat Bisa Jadi Tanda Lain Virus Corona Covid-19

Awas, Ruam Biang Keringat Bisa Jadi Tanda Lain Virus Corona Covid-19

Health | Kamis, 24 September 2020 | 16:24 WIB

Berkenalan dengan Sylvain, Guru TK dengan Tato di Sekujur Tubuh

Berkenalan dengan Sylvain, Guru TK dengan Tato di Sekujur Tubuh

Lifestyle | Kamis, 24 September 2020 | 15:01 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB