Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Picu Masuk Angin? Ini Faktanya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 29 September 2020 | 11:10 WIB
Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Picu Masuk Angin? Ini Faktanya!
Ilustrasi orang akan tidur dengan rambut basah setelah keramas (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang mungkin kebiasaan langsung tidur atau sekadar tiduran setelah keramas atau mencuci rambutnya. Tapi, apakah tidur dalam kondisi rambut basah tidak berdampak pada kesehatan?

Ternyata, tidur dengan rambut basah tetap buruk dalam beberapa hal, salah satunya membahayakan kulit kepala dan rambut.

Meski demikian, anggapan bahwa tidur dengan rambut basah bisa memicu masuk angin itu tidak benar.

Anda tidak bisa masuk angin karena kedinginan, melainkan Anda telah terinfeksi suatu virus. Karena, ada lebih dari 200 virus penyebab flu di dunia dan bisa menyebar melalui tetesan di udara atau kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Virus ini bisa masuk ke tubuh melalui hidung, mulut dan mata. Seseorang biasa menkategorikan kondisi tubuhnya dingin bila cuaca sedang dingin atau merasakan dingin.

Ilustrasi mandi dan keramas. (Shutterstock)
Ilustrasi mandi dan keramas. (Shutterstock)

Umumnya, masalah kesehatan yang sering terjadi ketika musim dingin adalah pilek. Biasanya anak-anak lebih mudah menyebarkan kuman ini ketika kembali ke sekolah.

Selain itu, seseorang lebih mudah terserang pilek saat musim dingin karena lebih sering menghabiskan banyak waktu di dalam rumah sehingga kekurangan vitamin D.

Kondisi itulah yang membuat sistem kekebalan tubuh lemah. Ada pula beberapa bukti yang menunjukkan bahwa virus lebih cepat menyebar di cuaca dingin.

Sementara itu, tidur dengan rambut basah tidak akan membuat Anda jatuh sakit. Tetapi, kebiasaan itu bisa merusak kesehatan kulit kepala.

baca juga

"Masalah terbesar pada kulit kepala ketika munculnya jamur saat rambut basah. Karena, kulit kepala adalah rumah bagi tumbuhnya berbagai jenis mikroba yang tidak berbahaya, seperti malassazia globosa," jelas ilmuwan utama untuk Head & Shoulders, Dr Rolanda Wilkerson dikutip dari Express.

Malassezia globosa adalah jenis mikroba yang bisa menyebabkan iritasi, kekeringan, gatal dan ketombe. Karena itulah, tidur dalam kondisi rambut basah bisa menyebabkan masalah ini.

Kulit kepala yang hangat dan basah adalah lingkungan yang ideal bagi tumbuhnya mikroba malassezia globosa. "Tidur dengan rambut basah bisa menyebabkan masalah yang sama. Karena, bantal bisa menahan kelembapan dan menjaga kepala tetap lembap lebih lama," jelasnya.

Dr Wilkerson juga mengatakan ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa rambut basah lebih lemah dan mudah rusak atau patah. Karena, rambut sangat rapuh dalam kondisi basah. Jika Anda banyak bergerak ketika tidur, maka akan banyak rambut yang patah.

Sedangkan, mengikat atau menata rambut saat kondisi basah justru semakin memperburuk situasi. Sebab, langkah ini semakin merusak setiap helai rambut.

Meski begitu, ada beberapa orang yang tidur dengan rambut basah tidak mengalami kerusakan. Sebaliknya, kebaiasaan ini justru mendinginkan kulit kepala dan membantu mereka tidur nyenyak.

Jika Anda harus tidur dengan rambut basah, pastikan rambut sudah cukup dikeringkan menggunakan handuk. Biarkan rambut tergerai dan gunakan minyak kelapa setelah membilasnya.

Selain itu, Anda juga perlu tidur menggunakan sarung bantal sutra atau bungkus rambut menggunakan kain sutra untuk melindunginya dari kerusakan.

Dr Wilkerson menyarankan untuk melindungi kulit kepala dengan mengeringkan kulit kepala serta menggunakan sampo anti ketombe.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Kurang Tidur Bikin Pikiran Kurang Positif Keesokan Harinya

Studi: Kurang Tidur Bikin Pikiran Kurang Positif Keesokan Harinya

Health | Senin, 28 September 2020 | 19:38 WIB

Satgas Covid-19: Masih Tersedia 3.546 Bed untuk Isolasi Pasien di Jakarta

Satgas Covid-19: Masih Tersedia 3.546 Bed untuk Isolasi Pasien di Jakarta

News | Senin, 28 September 2020 | 16:20 WIB

Tukang Bubur Gorok Ortunya saat Tidur, Lawan Warga Pakai Pisau Dapur

Tukang Bubur Gorok Ortunya saat Tidur, Lawan Warga Pakai Pisau Dapur

Jatim | Minggu, 27 September 2020 | 12:18 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB