Serangan Jantung Menjadi Lebih Umum pada Wanita Muda, Mengapa?

Rauhanda Riyantama, Rosiana Chozanah

Selasa, 29 September 2020 | 20:10 WIB
Serangan Jantung Menjadi Lebih Umum pada Wanita Muda, Mengapa?
Ilustrasi serangan jantung. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Penyakit jantung adalah penyebab kematian paling umum pada pria dan wanita, demikian menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC US).

Tetapi beberapa orang masih menganggap penyakit jantung, terutama serangan jantung, sebagai masalah pria. Padahal, sebuah penelitian 2019 menunjukkan serangan jantung menjadi lebih umum di antara perempuan muda.

Studi yang terbit November tahun lalu di jurnal Circulation menganalisis lebih dari 28.000 orang dirawat di rumah sakit di empat wilayah Maryland, Minnesota, Mississippi, dan North Carolina, antara 1995 hingga 2014, mencatat sebanyak 30 persen (8.737 pasien) berusia di bawah 54 tahun adalah pasien serangan jantung.

Artinya, dilansir SELF, jumlah rawat inap tahunan bagi kaum muda (usia 35 hingga 54 tahun) secara keseluruhan naik dari 27 persen antara 1995 dan 1999 menjadi 32 menjadi 32 persen antara 2010 dan 2014.

Di Indonesia pun, serangan jantung menjadi penyebab utama kematian terbesar yang dapat terjadi pada siapa saja.

Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)
Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)

Peningkatan ini pun lebih terlihat pada perempuan muda, yang 'menyumbang' 21 persen serangan jantung pada 1995 dan 1999, tetapi menambah 31 persen kasus pada 2010 dan 2014. Jadi, peningkatan yang terjadi sebanyak 10 persen.

"Ini adalah studi yang sangat provokatif dan menyoroti beberapa masalah terbesar yang kami lihat di dunia kesehatan," kata Nicole Weinberg, MD, ahli jantung di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California.

Penulis penelitian mencatat dua faktor risiko utama penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes, semakin umum terjadi pada pasien muda yang mengalami serangan jantung.

Secara spesifik, 71 persen perempuan muda dengan serangan jantung dalam studi tersebut memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan 39 persen memiliki riwayat diabetes.

baca juga

Rekan penulis studi Melissa Caughey, Ph.D., seorang ahli epidemiologi kardiovaskular di University of North Carolina School of Medicine, mengatakan baik tekanan darah tinggi dan diabetes telah dikaitkan dengan obesitas, yang bisa menjadi faktor lain dalam peningkatan serangan jantung pada perempuan muda.

"Perempuan di bawah 54 tahun memiliki prevalensi obesitas dan diabetes yang lebih tinggi dibandingkan pria pada kelompok usia yang sama, dan trennya telus meningkat," tandas Caughey.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penting untuk Diketahui, Berikut Perawatan Setelah Serangan Jantung

Penting untuk Diketahui, Berikut Perawatan Setelah Serangan Jantung

Health | Selasa, 29 September 2020 | 17:56 WIB

Studi AS: Pasien Covid-19 yang Alami Serangan Jantung Susah Selamat

Studi AS: Pasien Covid-19 yang Alami Serangan Jantung Susah Selamat

Health | Selasa, 29 September 2020 | 17:15 WIB

Peringatan Serangan Jantung yang Jarang Orang Perhatikan

Peringatan Serangan Jantung yang Jarang Orang Perhatikan

Health | Selasa, 29 September 2020 | 16:15 WIB

Terkini

Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan

Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:10 WIB

UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia

UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 11:08 WIB

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas

Bali | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Donald Trump Tuduh Iran Otaki Serangan Pipa Minyak Arab Saudi

Donald Trump Tuduh Iran Otaki Serangan Pipa Minyak Arab Saudi

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Komodifikasi Paras di Kampus: Ketika Estetika Menggerus Marwah Mahasiswa

Komodifikasi Paras di Kampus: Ketika Estetika Menggerus Marwah Mahasiswa

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap

5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:05 WIB

Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Jatim | Minggu, 13 September 2026 | 11:04 WIB

Siapa Nama Asli Betrand Peto? Ini Profil Putra Ruben Onsu yang Sedang Disorot

Siapa Nama Asli Betrand Peto? Ini Profil Putra Ruben Onsu yang Sedang Disorot

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 11:04 WIB

Bukan Orang Lokal, Warga Negara Ini Paling Sering Naik Kereta Cepat Whoosh!

Bukan Orang Lokal, Warga Negara Ini Paling Sering Naik Kereta Cepat Whoosh!

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 11:01 WIB

BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas

BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 11:01 WIB

×