Susu Sapi Bisa Tingkatkan Risiko Asma pada Bayi, Ini Sebabnya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 06 Oktober 2020 | 06:20 WIB
Susu Sapi Bisa Tingkatkan Risiko Asma pada Bayi, Ini Sebabnya
Ilustrasi bayi baru lahir (Unsplash/Isaac Quesada)

Suara.com - Air susu ibu (ASI) sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Tapi, sebuah penelitian menemukan bayi baru lahir yang diberi botol susu 2 kali lebih mungkin mengembangkan asma.

Para ilmuwan mengatakan bayi harus disusui secara eksklusif dalam 3 hari pertama kehidupannya. Karena, ASI mengandung nutrisi yang melindungi dari infeksi dan alergi.

Selain itu, ibu yang menyusui juga bisa mendapatkan manfaat serupa, yakni kesehatan paru-paru yang semakin kuat.

"Temuan ini menyarankan asma bisa dicegah dengan menghindari suplemen susu formula sapi saat lahir," kata Penulis koresponden Profesor Mitsuyoshi Urashima dikutip dari Mirror UK.

Penelitian ini berdasarkan pada 302 bayi Jepang yang sangat rentan terhadap penyakit tersebut. Setidaknya satu orangtua atau saudara kandung menderita alergi.

Ilustrasi susu. (Pixabay)
Ilustrasi susu. (Pixabay)

Peneliti menemukan hanya 15 dari 151 yang mendapatkan ASI eksklusif setidaknya selama 3 hari pertama kehidupan dan sekitar 10 persen menderita asma.

Jumlah ini dibandingkan dengan 27 (18 persen) dari 151 lainnya yang dipilih secara acak untuk menerima sejumlah kecil formula gilingan sapi.

"Asma yang berkembang pada anak-anak biasanya karena mereka lebih singkat atau sedikit disusuinya selama 3 hari pertama kehidupan dibandingkan anak-anak yang diberi susu formula sapi sejak hari pertama kehidupan," Prof Urashima, dari Jikei University School of Medicine, Tokyo dikutip dari Mirror UK.

Asma salah satu penyakit kronis yang paling umum dengan prevalensi yang meningkat selama 60 tahun terakhir.

Di Inggris, kondisi itu memengaruhi hampir 1 dari 10 orang, 1,1 juta anak-anak dan 4,3 juta orang dewasa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan menyusui setidaknya 6 bulan setelah lahir sangat bermanfaat bagi anak-anak.

Tapi, sebuah penelitian menyarankan memasukkan susu sapi ke dalam makanan bayi dalam dua minggu pertama kehidupan mengurangi risiko alergi terhadap makanan tersebut.

Bangsal bersalin Jepang telah mendorong pemberian ASI pada bayi baru lahir, tapi hanya beberapa. Rumah Sakit Universitas tempat uji coba, mengizinkan ibu atau perawat memberikan sedikit susu formula kepada bayi beberapa jam setelah lahir.

"Dalam uji coba terkontrol secara acak ini, menghindari susu formula sapi setidaknya selama 3 hari pertama kehidupan membuat risiko asma menurun," kata Prof Urashima, dikutip dari Mirror UK.

Prof Urashima mengatakan bahan kimia dalam ASI dapat berperan dalam menghancurkan penyakit yang menyebabkan serangga sekaligus meningkatkan bakteri usus.

Temuan ini dipublikasikan di JAMA Network Open. Pada penelitian sebelumnya, menunjukkan bahwa bayi yang diberi susu formula lebih rentan terhadap asma karena ada kandungan yang mengubah mikrobioma mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian Terbaru, Asi Dapat Lindungi Bayi dari Infeksi Covid-19?

Penelitian Terbaru, Asi Dapat Lindungi Bayi dari Infeksi Covid-19?

Tekno | Kamis, 01 Oktober 2020 | 10:30 WIB

Bukti Baru, Ilmuwan Beijing Temukan ASI Bisa Lawan Virus Corona Covid-19

Bukti Baru, Ilmuwan Beijing Temukan ASI Bisa Lawan Virus Corona Covid-19

Health | Rabu, 30 September 2020 | 17:52 WIB

Bayi Usia 2 Hari Ditikam 100 Kali Pakai Obeng, Dibuang di Kuil

Bayi Usia 2 Hari Ditikam 100 Kali Pakai Obeng, Dibuang di Kuil

News | Rabu, 30 September 2020 | 14:54 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB