alexametrics

Susu Sapi Bisa Tingkatkan Risiko Asma pada Bayi, Ini Sebabnya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Susu Sapi Bisa Tingkatkan Risiko Asma pada Bayi, Ini Sebabnya
Ilustrasi bayi baru lahir (Unsplash/Isaac Quesada)

Sebuah penelitian menemukan bayi baru lahir yang diberi susu sapi bisa berisiko terkena asma dan alergi.

Suara.com - Air susu ibu (ASI) sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Tapi, sebuah penelitian menemukan bayi baru lahir yang diberi botol susu 2 kali lebih mungkin mengembangkan asma.

Para ilmuwan mengatakan bayi harus disusui secara eksklusif dalam 3 hari pertama kehidupannya. Karena, ASI mengandung nutrisi yang melindungi dari infeksi dan alergi.

Selain itu, ibu yang menyusui juga bisa mendapatkan manfaat serupa, yakni kesehatan paru-paru yang semakin kuat.

"Temuan ini menyarankan asma bisa dicegah dengan menghindari suplemen susu formula sapi saat lahir," kata Penulis koresponden Profesor Mitsuyoshi Urashima dikutip dari Mirror UK.

Baca Juga: Pandemi Virus Corona Picu OCD, Kenali 5 Jenis yang Paling Umum

Penelitian ini berdasarkan pada 302 bayi Jepang yang sangat rentan terhadap penyakit tersebut. Setidaknya satu orangtua atau saudara kandung menderita alergi.

Ilustrasi susu. (Pixabay)
Ilustrasi susu. (Pixabay)

Peneliti menemukan hanya 15 dari 151 yang mendapatkan ASI eksklusif setidaknya selama 3 hari pertama kehidupan dan sekitar 10 persen menderita asma.

Jumlah ini dibandingkan dengan 27 (18 persen) dari 151 lainnya yang dipilih secara acak untuk menerima sejumlah kecil formula gilingan sapi.

"Asma yang berkembang pada anak-anak biasanya karena mereka lebih singkat atau sedikit disusuinya selama 3 hari pertama kehidupan dibandingkan anak-anak yang diberi susu formula sapi sejak hari pertama kehidupan," Prof Urashima, dari Jikei University School of Medicine, Tokyo dikutip dari Mirror UK.

Asma salah satu penyakit kronis yang paling umum dengan prevalensi yang meningkat selama 60 tahun terakhir.

Baca Juga: Benarkah Ganja Bisa Lawan Virus Corona Covid-19? Ini Kata Peneliti Israel

Di Inggris, kondisi itu memengaruhi hampir 1 dari 10 orang, 1,1 juta anak-anak dan 4,3 juta orang dewasa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan menyusui setidaknya 6 bulan setelah lahir sangat bermanfaat bagi anak-anak.

Komentar