Periksa Kehamilan Saat Pandemi Jadi Lebih Singkat, Ini Panduannya

Vania Rossa, Luthfi Khairul Fikri

Rabu, 07 Oktober 2020 | 13:28 WIB
Periksa Kehamilan Saat Pandemi Jadi Lebih Singkat, Ini Panduannya
Ilustrasi periksa kehamilan. (shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal dalam kehidupan dan keseharian kita, termasuk terkait jadwal dalam penanganan medis bagi para ibu hamil. Saat ini, pemeriksaan kandungan lebih dipersingkat menjadi hanya delapan kali selama sembilan bulan.

Hal ini dikatakan dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi dari RS Pondok Indah, dr. Yassin Yanuar Mohammad, Sp.OG-KFER, M.Sc. Ia menyebut bahwa kunjungan pertama dilakukan ibu hamil saat trimester pertama kehamilan.

“Di bawah 10 minggu, ibu perlu melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi kehamilan, jumlah janin, letak janin, usia kehamilan, dan mendeteksi penyakit atau kesulitan lainnya,” ujar dr. Yassin dalam diskusi 'Antenatal Care pada Masa New Normal' yang diadakan secara virtual, Rabu (7/10/2020).

Pemeriksaan selanjutnya dilakukan saat usia kandungan 11-13 minggu. Pada tahap ini, dokter melakukan skrining, menentukan usia pasti kehamilan karena angka akurasi paling tinggi di masa ini. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan laboratorium dasar seperti HIV, HbsAg, kelainan kromosom, dan lainnya.

Lalu pada uisa kandungan 18-24 minggu, ibu perlu melakukan kontrol ke dokter untuk dilakukan skrining anatomi janin, dilanjutkan saat usia kehamilan 28-32 minggu untuk pemeriksaan pranatal, guna mendeteksi ada tidaknya keracunan kehamilan, anatomi janin, pertumbuhan janin hingga letak ari-ari janin.

Pemeriksaan dilanjutkan pada usia 36-40 minggu, untuk mengetahui posisi janin, pertumbuhan janin, taksiran berat janin hingga, dan letak plasenta, serta mengevaluasi air ketuban, dan ibu wajib datang untuk kesiapan semuanya menjelang persalinan.

Lebih lanjut, menurutnya, delapan kali itu angka minimal, jadi jika melebihi itu juga boleh. Apalagi jika ibu memiliki keluhan atau ada tanda-tanda yang kurang nyaman di usia kehamilan tertentu, maka mereka juga disarankan untuk segera memeriksa diri ke dokter.

Terlambat melakukan pemeriksaan ke dokter, dikatakan dr. Yassin, tentu akan menambah risiko pada pertumbuhan janin. “Ibu hamil disarankan jangan telat untuk memeriksa kondisi janinnya. Karena banyak resiko yang kemungkinan akan terjadi,” kata dia.

Menurutnya, saat ini, memang kondisi pemeriksaan sebelum dan selama pandemi Covid-19 sangat berbeda. Hal ini dilakukan demi menjaga kondisi dan mental ibu hamil, agar selama persalinan berlangsung berbuah hasil yang baik.

baca juga

“Jadi semua dokter yang bertugas harus menggunakan alat pelindung diri (APD), berkomunikasi melalui tabir kaca untuk menjaga ibu hamil tetap sehat, serta esensi pelayanan tetap terpenuhi secara optimal,” tutur dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Persalinan Optimal, Ibu Hamil Perlu Konsumsi dan Lakukan Ini

Demi Persalinan Optimal, Ibu Hamil Perlu Konsumsi dan Lakukan Ini

Health | Selasa, 06 Oktober 2020 | 05:27 WIB

15 Tanda Kehamilan Penting yang Harus Anda Ketahui

15 Tanda Kehamilan Penting yang Harus Anda Ketahui

Health | Senin, 05 Oktober 2020 | 07:41 WIB

Usia Ideal Untuk Hamil, Ini Kata Dokter!

Usia Ideal Untuk Hamil, Ini Kata Dokter!

Health | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 07:41 WIB

Terkini

PALHI Desak Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi PT TPL, Minta Big Boss Diperiksa

PALHI Desak Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi PT TPL, Minta Big Boss Diperiksa

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:46 WIB

KAMMI Tolak Aksi Warga Pati di DPR, Tetap Dukung RUU Perampasan Aset

KAMMI Tolak Aksi Warga Pati di DPR, Tetap Dukung RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Sumsel Makin Membara, 449 Hotspot Karhutla Mengintai Kesehatan Pernapasan Warga

Sumsel Makin Membara, 449 Hotspot Karhutla Mengintai Kesehatan Pernapasan Warga

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Ada Ancaman Sandera Anggota DPR, Mahasiswa Tolak Rencana Demo AMPB 27 Agustus

Ada Ancaman Sandera Anggota DPR, Mahasiswa Tolak Rencana Demo AMPB 27 Agustus

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Praperadilan Febrie, Ahli: TPPU Tak Bisa Berdiri Sendiri, Harus Ada Tindak Pidana Asal

Praperadilan Febrie, Ahli: TPPU Tak Bisa Berdiri Sendiri, Harus Ada Tindak Pidana Asal

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:20 WIB

BNI wondrX 2026 Hadirkan Solusi Traveling Lengkap, Dari Tiket Hingga Visa Dalam Satu Zona Travel

BNI wondrX 2026 Hadirkan Solusi Traveling Lengkap, Dari Tiket Hingga Visa Dalam Satu Zona Travel

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Serunya Berburu Mainan di Pameran IBTE 2026 Jakarta

Serunya Berburu Mainan di Pameran IBTE 2026 Jakarta

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:13 WIB

QLola by BRI Hadirkan Pengalaman Baru untuk Perkuat Layanan Digital Bisnis

QLola by BRI Hadirkan Pengalaman Baru untuk Perkuat Layanan Digital Bisnis

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Musim Kemarau Ekstrem, Kilang Plaju Salurkan Bantuan Logistik untuk Petugas BPBD Sumsel

Musim Kemarau Ekstrem, Kilang Plaju Salurkan Bantuan Logistik untuk Petugas BPBD Sumsel

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Dokter Gigi Ini Ubah Konsep Klinik untuk Bikin Pasien Lebih Nyaman

Dokter Gigi Ini Ubah Konsep Klinik untuk Bikin Pasien Lebih Nyaman

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:03 WIB

×