Tak Perlu Takut, Pakai Kaki Palsu Juga Masih Bisa Olahraga Lari Lho

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 08 Oktober 2020 | 13:35 WIB
Tak Perlu Takut, Pakai Kaki Palsu Juga Masih Bisa Olahraga Lari Lho
Pembuatan kaki palsu kaki palsu Kurnia Putra. (Suara.com)

Suara.com - Kehilangan kaki bukan berarti memutus harapan seseorang yang mengalaminya untuk bisa berolahraga. Memakai kaki palsu bisa jadi pilihan untuk menggantikan fungsi organ yang hilang akibat amputasi ataupun bawaan sejak lahir. 

Tak hanya untuk berjalan, kaki palsu juga bisa dipakai untuk olahraga terutama lari. Pemilik usaha pembuatan kaki palsu Kurnia Putra, Fitriandaka Kurnia, mengatakan bahwa pasien bisa memesan kaki palsu yang bisa digunakan untuk berlari. Biasanya elemen pembuatannya akan disesuaikan khususnya pada area pergelangan kaki.

"Bisa mau olahraga nanti spek yang harus disesuaikan. Nanti kita cari (engsel) foot-nya khusus untuk lari, kaya cakram, kaya kail. Jadi masih bisa lari," jelas Kurnia ditemui di kediamannya, Bekasi, Rabu (7/10/2020).

Ia menjelaskan bahwa kaki palsu dibedakan menjadi dua, endoskeleton dan eksoskeleton. Untuk pembuatan kaki yang digunakan berlari memakai jenis endoskeletal. 

Pembuatan kaki palsu kaki palsu Kurnia Putra. (Suara.com)
Pembuatan kaki palsu kaki palsu Kurnia Putra. (Suara.com)

Menurut Kurnia, kaki palsu endoskeletal juga paling banyak diminati para pasien. "Karena lebih enteng. Dari segi fitur sangat mudah disesuaikan. Contohnya telapak ada yang bisa bergerak. Ada yang statis (ada engsel). Bisa main banyak jenis," paparnya.

Kaki palsu endoskeletal kebanyakan memakai bahan aluminium sehingga lebih ringan dibandingkan eksoskeletal yang menggunakan bahan kayu dan juga lebih kaku. Untuk kaki palsu di bawah lutut rata-rata memiliki panjang sekitar 38-45 sentimeter. 

Kurnia menjelaskan, jenis kaki palsu ada berbagai macam. Mulai dari hanya copot pada area telapak kaki, sepergelangan kaki, di bawah lutut, hingga hilang satu kaki sampai area bokong. 

Berapa tinggi kaki palsu juga bahan yang digunakan sangat menentukan harga. Tetapi kebanyakan kaki palsu endoskeletal memakai bahan impor dari Jerman. 

"Bervariasi harganya. Kita ada yang 1,9 (juta) tergantung komponen yang dipakai. Masih lebar banget range-nya. Karena misalnya yang lokal sekitar 7,5 juta kalau sudah beda komponen pakai yang impor bisa sampai 10 juta," ucapnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas, Sepatu Lari Lentur Bisa Bikin Otot Lemah

Awas, Sepatu Lari Lentur Bisa Bikin Otot Lemah

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2020 | 07:50 WIB

Videografis: Tips Aman Bersepeda saat Pandemi

Videografis: Tips Aman Bersepeda saat Pandemi

Video | Kamis, 08 Oktober 2020 | 13:00 WIB

Jaga Kebugaran, Ini Tips Bersepeda Aman di Tengah Pandemi Covid-19

Jaga Kebugaran, Ini Tips Bersepeda Aman di Tengah Pandemi Covid-19

Jogja | Rabu, 07 Oktober 2020 | 11:30 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB