Menonton Program TV soal Keindahan Alam Dapat Mengurangi Emosi Negatif

Yasinta Rahmawati

Kamis, 15 Oktober 2020 | 08:15 WIB
Menonton Program TV soal Keindahan Alam Dapat Mengurangi Emosi Negatif

Suara.com - Meski kini tak banyak, program TV yang mengangkat kearifan lokal dan eksplorasi keindahan alam masih mendapat tempat di hati penonton. Lewat tayangan itu, penonton bisa merasa lebih dekat dengan destinasi traveling indah yang disuguhkan.

Tak hanya memanjakan mata, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan hari ini di Journal of Environmental Psychology, menonton program TV soal keindahan alam yang berkualitas dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi emosi negatif.

Selain itu juga membantu mengurangi jenis kebosanan yang terkait dengan terisolasi di dalam ruangan.

Penelitian pun menunjukkan bahwa menonton alam indah di dalam realitas virtual dapat memberikan manfaat yang lebih besar, meningkatkan perasaan positif dan meningkatkan hubungan orang-orang dengan alam.

Dilansir dari Science Daily, para peneliti dari University of Exeter melakukan studi dengan menimbulkan perasaan bosan pada 96 partisipan. Peneliti meminta mereka menonton video di mana seseorang menggambarkan pekerjaan mereka di sebuah perusahaan peralatan kantor.

Keindahan alam bawah laut Bunaken, Sulut. [shutterstock]
Keindahan alam bawah laut Bunaken, Sulut. [shutterstock]

Mereka kemudian disuguhkan pemandangan terumbu karang bawah air dengan salah satu dari tiga cara berbed, yakni di TV, VR menggunakan video 360o dengan headset, dan dalam headset VR menggunakan grafik interaktif yang dihasilkan komputer.

Tim menemukan bahwa semua metode menonton meminimalkan perasaan negatif seperti kesedihan, serta mengurangi kebosanan secara signifikan. Namun, hanya pengalaman realitas maya interaktif yang menyebabkan peningkatan perasaan positif, seperti kebahagiaan, dan memperkuat bagaimana perasaan orang terkait dengan alam.

Nicky Yeo, peneliti utama dalam studi tersebut, percaya bahwa temuan tersebut dapat memiliki implikasi penting bagi populasi yang menghadapi waktu lama di rumah, seperti kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

"Hasil kami menunjukkan bahwa hanya dengan menonton alam di TV dapat membantu mengangkat suasana hati orang dan memerangi kebosanan," ujarnya.

Tim bekerja dengan Unit Sejarah Alam BBC untuk menciptakan kondisi eksperimental mereka, yang menampilkan beberapa adegan dari seri Blue Planet II, termasuk rekaman 360o yang tak terlihat.

Temuan mereka mendukung prakarsa yang berupaya menghadirkan potensi terapeutik alam kepada orang-orang di rumah, seperti seri Mindful Escapes dari BBC Four baru-baru ini.

Dr Mathew White, rekan penulis studi tersebut, mengatakan hasil studi ini bisa berdampak lebih jauh dari sekadar mengusir kebosanan.

"....mungkin juga membantu untuk mendorong hubungan yang lebih dalam dengan alam dengan populasi yang sehat, sebuah mekanisme yang dapat mendorong perilaku yang lebih pro-lingkungan dan mendorong orang untuk melindungi dan melestarikan alam di dunia nyata."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Cara Sederhana Bahagia Lebih Lama, Salah Satunya Tersenyum

4 Cara Sederhana Bahagia Lebih Lama, Salah Satunya Tersenyum

Lifestyle | Minggu, 27 September 2020 | 18:35 WIB

Bisa Berbahaya, Kenali Pemicu Gejala Gangguan Kepribadian Ambang

Bisa Berbahaya, Kenali Pemicu Gejala Gangguan Kepribadian Ambang

Health | Jum'at, 25 September 2020 | 17:23 WIB

Jalan Kaki Seminggu Sekali Bisa Tingkatkan Suasana Hati, Ini Buktinya!

Jalan Kaki Seminggu Sekali Bisa Tingkatkan Suasana Hati, Ini Buktinya!

Health | Jum'at, 25 September 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB