Sering Sembelit? 4 Buah Ini Bisa Jadi Pengganti Obat Pencahar

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 20 Oktober 2020 | 07:20 WIB
Sering Sembelit? 4 Buah Ini Bisa Jadi Pengganti Obat Pencahar
Kiwi banyak ditemui di Selandia Baru. (Shutterstock)

Suara.com - Sembelit menjadi masalah kesehatan yang paling umum dan memengaruhi sekitar 20 persen populasi dunia. Kondisi ini umumnya disebabkan karena penurunan pergerakan makanan melalui sistem pencernaan yang tertunda.

Kondisi ini juga bisa muncul akibat pola makan rendah serat, penuaan, dan kurangnya aktivitas fisik. Meskipun cara mengobati sembelit biasanya mencakup obat pencahar, pelunak feses, dan suplemen serat, sebenarnya ada juga beberapa makanan alami yang bisa jadi alternatif.

Melansir dari Healthline, berikut beberapa buah yang mampu membantu redakan sembelit, antara lain:

1. Apel

Buah apel. (Shutterstock)

Tips mengatasi sembelit yang pertama adalah makan apel. Buah ini merupakan sumber serat yang baik, di mana satu apel kecil 5,3 ons menyediakan 3,6 gram serat.

Serat melewati usus tanpa dicerna sehingga membantu pembentukan tinja dan mendorong buang air besar secara teratur. Sementara apel mengandung jenis serat larut tertentu yang disebut pektin, di mana memiliki efek pencahar.

2. Kiwi

Kiwi juga merupakan buah yang sangat tinggi serat sehingga baik untuk membantu meningkatkan keteraturan buang air besar.

Satu kiwi ukuran sedang atau 2,6 ons mengandung 2 gram serat. Kiwi sendiri telah terbukti merangsang pergerakan makanan di saluran pencernaan dan membantu mendorong buang air besar.

Kiwi membantu mempercepat waktu transit makanan di usus, meminimalisir penggunaan pencahar, hingga memperbaiki gejala sembelit.

3. Pir

Buah pir dapat membantu meringankan sembelit dengan dua cara. Pertama, pir adalah makanan kaya serat. Satu buah pir ukuran sedang 6,3 ons mengandung 6 gram serat. Masing-masing jumlah tersebut memenuhi sekitar 16 persen hingga 25 persen kebutuhan harian serat.

Kedua, pir tinggi akan sorbitol, alkohol gula yang bertindak sebagai agen osmotik untuk menarik air ke dalam usus dan merangsang pergerakan usus.

4. Alpukat

Alpukat dikenal sebagai makanan super yang kaya nutrisi dan dapat membantu mengatasi sembelit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buah dan Sayur Ini Bantu Percepat Pembuangan Nikotin Dalam Tubuh

Buah dan Sayur Ini Bantu Percepat Pembuangan Nikotin Dalam Tubuh

Your Say | Senin, 19 Oktober 2020 | 14:42 WIB

Belajar dari Shandy Aulia, Kenali Buah yang Baik untuk Bayi Bawah 1 Tahun!

Belajar dari Shandy Aulia, Kenali Buah yang Baik untuk Bayi Bawah 1 Tahun!

Health | Sabtu, 17 Oktober 2020 | 08:00 WIB

Berbau Menyengat, Durian Ternyata Salah Satu Buah Paling Bergizi di Dunia

Berbau Menyengat, Durian Ternyata Salah Satu Buah Paling Bergizi di Dunia

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 13:51 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB