Antisipasi Klaster Baru Saat Libur Panjang, Ini Langkah Kemenkes

Bimo Aria Fundrika, Luthfi Khairul Fikri

Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:19 WIB
Antisipasi Klaster Baru Saat Libur Panjang, Ini Langkah Kemenkes
ilustrasi liburan. (Shutterstock)

Suara.com - Menjelang libur panjang 28 Oktober hingga 1 November, banyak pihak keluarga yang berencana untuk berwisata baik di dalam maupun luar kota.

Kondisi itu tentu saja menimbulkan kekhawatiran munculnya klaster baru Covid-19.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes ) Oscar Primadi mengaku pihaknya sudah menyiapkan segala upaya dalam penanganan saat liburan panjang tersebut. Kemenkes juga selalu melakukan koordinasi pejabat daerah.

“Kami tentu akan standby terus dengan bekerja sama dengan dinas terkait. Pemantauan akan dilakukan di bandara, pelabuhan dan tempat lainnya dengan melakukan tracing secara masif. Namun, apabila tidak mendesak sebaiknya mengurungkan niat untuk berlibur dan tetap diam di rumah saja,” ujar Oscar dalam diskusi secara virtual, Rabu (21/10/2020).

Sekjen Kemenkes Oscar Primadi. (Suara.com/Stephanus Aranditio)
Sekjen Kemenkes Oscar Primadi. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Menurutnya, bagi masyarakat yang harus melakukan kegiatan di luar rumah selama periode libur panjang, diingatkan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Ia menambahkan bahwa keputusan keluar rumah harus dipikirkan secara matang dan mempertimbangkan semua risiko yang ada.

Tak hanya itu, Kemenkes juga saat ini telah memiliki aplikasi digital tracing, dengan demikian masyarakat diimbau untuk mendownload aplikasi tersebut. Hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan keluarga dan orang-orang terdekat.

“Kemudian lakukan isolasi karantina segera yang memiliki resiko, dan itu sangat penting sehingga penguatan saat terjadi kerumunan orang harus dilakukan secara baik dan menghindari penularan secara signifikan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo menambahkan upaya daerahnya sudah menyiapkan tim garda terakhir yang diperkuat di tingkat RW dan Kelurahan atau Desa.

“Kami juga akan melakukan identifikasi wisatawan yang datang dan warga lokal yang bepergian dengan melakukan pemeriksaan, bahkan jika memang mereka ada yang reaktif maka akan dikarantina dan kami sudah siapkan tempatnya,” jelas dia.

baca juga

Selain itu, Pemprov Jateng juga sudah menyiapkan sembilan check poin di tempat pintu masuk Provinsi Jawa Barat, hingga dari Provinsi Jawa Timur.

Sedangkan, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana lebih fokus kepada upaya dimana melakukan sosialisasi kepada masyarakatnya agar tidak keluar rumah. Sementara, untuk wisatawan diminta untuk mentaati protokol kesehatan saat berada di tempat kerumunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaga Liburan Panjang Akhir Oktober, Ini Pengamanan yang Dilakukan Polri

Jaga Liburan Panjang Akhir Oktober, Ini Pengamanan yang Dilakukan Polri

News | Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:00 WIB

Jelang Libur Maulid Nabi, TNI/Polri Bersiaga di Lokasi Wisata Kota Serang

Jelang Libur Maulid Nabi, TNI/Polri Bersiaga di Lokasi Wisata Kota Serang

Banten | Rabu, 21 Oktober 2020 | 06:45 WIB

Antisipasi Klaster Baru, Satgas Minta Perusahaan Catat Karyawan Liburan

Antisipasi Klaster Baru, Satgas Minta Perusahaan Catat Karyawan Liburan

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:54 WIB

Terkini

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Surakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Sport | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:37 WIB

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

Bogor | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×