Studi: Menyusui Bisa Turunkan Risiko Kanker Ovarium hingga 24 Persen

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:11 WIB
Studi: Menyusui Bisa Turunkan Risiko Kanker Ovarium hingga 24 Persen
Ilustrasi ibu Menyusui. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi global dari para peneliti QIMR Berghofer Medical Research Institute menunjukkan bahwa menyusui bayi bisa menurunkan risiko kanker ovarium. Tak hanya itu, bahkan penurunan risiko tersebut bisa mencapai 24 persen atau lebih.

Melansir dari India Today, penelitian juga menunjukkan semakin lama seorang perempuan menyusui, maka semakin besar penurunan risikonya. Studi tersebut telah dipublikasikan di jurnal JAMA Oncology.

Penulis senior Australia dan kepala Grup Kanker Ginekologi QIMR Berghofer, Profesor Penelope Webb mengatakan menyusui dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah untuk mengembangkan semua kanker ovarium. Bahkan pada jenis paling mematikan yang disebut tumor serous derajat tinggi.

"Secara keseluruhan, risiko terkena kanker ovarium turun 24 persen untuk perempuan yang menyusui. Bahkan mereka yang menyusui anak mereka selama tiga bulan atau kurang memiliki risiko sekitar 18 persen lebih rendah terkena kanker ovarium," kata Profesor Webb.

"Para ibu yang menyusui anak mereka selama lebih dari 12 bulan masing-masing menurunkan risiko 34 persen. Manfaat menyusui ini berlangsung setidaknya selama 30 tahun setelah seorang perempuan berhenti menyusui," tambah Webb.

Profesor Webb mengatakan studi internasional ini melibatkan peneliti dari Ovarian Cancer Association Consortium yang memeriksa data dari 9973 perempuan dengan kanker ovarium dan 13.843 perempuan kontrol.

Ilustrasi ibu menyusui. (pexels)
Ilustrasi ibu menyusui. (pexels)

"Beberapa penelitian sebelumnya telah mengaitkan menyusui dengan penurunan risiko kanker ovarium, tetapi yang lain tidak menemukan hubungan tersebut. Jadi kami ingin melihat ini dalam penelitian yang jauh lebih besar untuk mengklarifikasi hubungan tersebut," kata Profesor Webb.

"Penelitian juga menunjukkan bahwa menyusui bahkan dalam waktu yang singkat dapat membantu mengurangi risiko kanker. Penelitian ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang dilakukan di Institut yang menemukan bahwa menyusui juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker endometrium (kanker rahim)," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Simbol Keibuan, Ini Arti Mimpi Menyusui

Simbol Keibuan, Ini Arti Mimpi Menyusui

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 06:50 WIB

Ahli Gizi: Ibu Menyusui Boleh Diet 3 Bulan Pascamelahirkan

Ahli Gizi: Ibu Menyusui Boleh Diet 3 Bulan Pascamelahirkan

Health | Rabu, 14 Oktober 2020 | 12:37 WIB

Studi: Menghindari Pemberian Susu Formula Turunkan Risiko Asma pada Bayi

Studi: Menghindari Pemberian Susu Formula Turunkan Risiko Asma pada Bayi

Health | Kamis, 08 Oktober 2020 | 11:35 WIB

Terkini

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB