Jasad Pasien Covid-19 Masih Bisa Tularkan Virus Meski Sudah 18 Jam Tewas

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Minggu, 25 Oktober 2020 | 19:27 WIB
Jasad Pasien Covid-19 Masih Bisa Tularkan Virus Meski Sudah 18 Jam Tewas
Ilustrasi pasien Covid-19 meninggal. [Angela Weiss/AFP]

Suara.com - Sebuah temuan baru dari dokter di negara bagian Karnataka, India, menunjukkan bahwa tubuh pasien Covid-19 bisa tetap menularkan virus berbahaya itu, bahkan setelah 18 jam kematiannya.

Berdasarkan The Health Site, mereka menemukan hal ini saat melakukan pemeriksaan terhadap pasien Covid-19 pria berusia 62 tahun yang meninggal di Bengaluru.

Saat memeriksa tubuhnya hampir 18 jam setelah kematian, mereka masih menemukan adanya virus corona di sampel swab test atau tes usap hidung dan tenggorokannya, tetapi tidak pada sampel yang dikumpulkan dari kulit.

Ini menunjukkan adanya kemungkinan virus menyebar dari tubuh pasien, menurut Dr Dinesh Rao, Kepala Departemen, Kedokteran Forensik, Oxford Medical College, yang memimpin otopsi.

Selain itu, mereka menemukan paru-paru pasien Covid-19 menjadi sekeras bola kulit. Biasanya, paru-paru tampak seperti spons, namun paru-paru pasien tidak.

Petugas pemakaman penanganan jenazah pasien COVID-19 menurunkan peti jenazah dari dalam mobil jenazah di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Rabu (2/9/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas pemakaman penanganan jenazah pasien COVID-19 menurunkan peti jenazah dari dalam mobil jenazah di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Rabu (2/9/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Kantung udara pecah dan ada beberapa pembekuan di pembuluh darah yang menyebabkan nekrosis koagulatif pada paru-paru, kata Rao.

Bedah mayat dilakukan pada 10 Oktober dan selesai dalam satu jam 10 menit.

Di sisi lain, sebuah studi yang terbit dalam jurnal Frontiers in Public Health menemukan orang dengan penyakit penyerta tidak menular seperti diabetes, justru lebih rentan tertular virus corona dan meninggal akibat Covid-19.

Penulis utama studi Uday Yadav dari University of New South Wales (UNSW) di Australia juga memperingatkan bahwa sindrom Covid-19 akan bertahan, sama seperti penyakit kronis, yang memengaruhi orang dalam jangka panjang.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Covid-19 Tanjungpinang Terus Bertambah, Ini Data Lengkapnya

Pasien Covid-19 Tanjungpinang Terus Bertambah, Ini Data Lengkapnya

Batam | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 19:59 WIB

Digunakan Donald Trump, Obat Ini Disetujui FDA untuk Pasien Covid-19

Digunakan Donald Trump, Obat Ini Disetujui FDA untuk Pasien Covid-19

Health | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 11:42 WIB

Studi New York: Risiko Kematian Pasien Covid-19 Mulai Menurun

Studi New York: Risiko Kematian Pasien Covid-19 Mulai Menurun

Health | Kamis, 22 Oktober 2020 | 20:21 WIB

Terkini

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

×