alexametrics

Sering Konsumsi Soda? 4 Hal Ini akan Terjadi Jika Anda Berhenti Meminumnya!

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah
Sering Konsumsi Soda? 4 Hal Ini akan Terjadi Jika Anda Berhenti Meminumnya!
Ilustrasi minuman soda. (Shutterstock)

Mengonsumsi soda secara teratur dapat sebabkan diabetes, meski tidak secara langsung.

Suara.com - Soda menjadi salah satu minuman berkarbonasi yang dinilai tidak sehat karena satu kaleng (12 ons) mengandung 29 gram gula atau sekitar 9,75 sendok teh, melebihi batas harian yang direkomendasikan.

Mengonsumsi soda secara teratur dapat meningkatkan berat badan, yang pada akhirnya membuat Anda berisiko terkena diabetes.

Satu studi menyimpulkan minum satu hingga dua minuman manis setiap hari meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sekitar 25 persen, dilansir The Health Site.

Minum minuman yang dimaniskan dengan gula dalam jumlah tinggi, seperti soda, juga diketahui meningkatkan kemungkinan penyakit jantung, penyakit ginjal, dan kesehatan gigi serta kulit yang buruk.

Baca Juga: Geger Gantung Diri di Perumahan PLN Bekasi, Suryadi Stres Punya Diabetes

Jika berhenti mengonsumsi soda, berikut beberapa perubahan yang dapat Anda rasakan.

Ilustrasi soda diet atau diet coke. (Unsplash/NeONBRAND)
Ilustrasi soda diet atau diet coke. (Unsplash/NeONBRAND)

1. Kesehatan otak meningkat

Sebuah studi 2017 yang diterbitkan di Stroke menemukan hubungan antara mengonsumsi soda dan risiko demensia serta stroke yang lebih tinggi.

Jadi, mengonsumsi soda berlebihan, baik secara teratur maupun 'diet soda', dikaitkan dengan percepatan penuaan otak dan daya ingat yang buruk.

2. Berat badan turun

Baca Juga: Pasien Diabetes Doyan Minum Kopi dan Teh Hijau Lebih Panjang Umur?

Meminum satu kaleng soda (12 ons) akan memberi asupan 150 kalori dan nol nutrisi.

Komentar