Pakai Bedak Talek di Organ Intim Tingkatkan Risiko Kanker Ovarium?

Bimo Aria Fundrika
Pakai Bedak Talek di Organ Intim Tingkatkan Risiko Kanker Ovarium?
Ilustrasi bedak tabur. (Sumber : Shutterstock)

Journal of American Medical Association menemukan insiden kanker ovarium yang sedikit lebih besar pada perempuan yang pernah menggunakan bedak talk.

Suara.com - Kabar mengenai bedak talk yang meningkatkan risiko kanker ovarium sempat ramai diberitakan. Tuntutan hukum yang menghubungkan bedak talk dengan kanker ovarium juga sempat mencuat.

Tetapi meski sebuah laporan yang diterbitkan pada Januari 2020 di Journal of American Medical Association menemukan insiden kanker ovarium yang sedikit lebih besar pada perempuan yang pernah menggunakan bedak talk di masa lalu, Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan dan NCI menyimpulkan kaitan tersebut tidak signifikan secara statistik.

Laporan tersebut didasarkan pada empat studi yang mengamati total lebih dari 250.000 perempuan. Demikian seperti dilansir dair Everyday Health.

"Di antara persen dari empat kelompok prospektif, tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara penggunaan bedak di area genital dan kanker ovarium," kata laporan itu, tetapi menambahkan bahwa temuan itu tidak mengesampingkan "sedikit peningkatan risiko" dari penggunaan bedak talek.

Baca Juga: Profil Feby Febiola Terlengkap

Ilustrasi kanker ovarium. (Shutterstock)

Terlepas dari hal itu, sekitar 80 persen kanker ovarium ditemukan pada tahap akhir, menurut ACS, yang cenderung memiliki hasil yang lebih buruk.

Hal itu dapat membuat perempuantakut untuk tidak menemui dokter mereka, karena takut akan diagnosis.

Tetapi kanker ovarium dapat disembuhkan, terutama jika terdeteksi sejak dini. "Tahap awal sebenarnya memiliki prognosis yang baik," kata Jolyn Taylor, MD, asisten profesor di departemen onkologi ginekologi dan kedokteran reproduksi di University of Texas MD Anderson Cancer Center di Houston.

Sementara itu, tingkat kelangsungan hidup lima tahun sekitar 94 persen, menurut ACS.

Bahkan kanker ovarium stadium akhir tertentu dapat memberikan hasil pengobatan yang baik, tergantung pada berbagai faktor.

Baca Juga: Studi: Menyusui Bisa Turunkan Risiko Kanker Ovarium hingga 24 Persen

Terapi bertarget baru membantu perempuan dengan kanker ovarium stadium akhir hidup lebih lama, dan pasien yang tidak merespons salah satu terapi mungkin berhasil dengan terapi lain.

Komentar