Menristekdikti: Indonesia Akan Punya 6 Jenis Vaksin Covid-19

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:49 WIB
Menristekdikti: Indonesia Akan Punya 6 Jenis Vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pearson0612/Pixabay]

Suara.com - Vaksin merah putih untuk Covid-19 buatan Indonesia masih dalam proses pengerjaan oleh enam institusi. Menteri Riset dan Teknologi Prof. Bambang Brojonegoro menyampaikan bahwa keenam institusi tersebut kini tengah melakukan risetnya masing-masing. Dan jika sudah selesai, Indonesia akan memiliki enam vaksin Covid-19 buatan sendiri.

Menurut Bambang, para institusi tidak berkolaborasi, sebab masing-masing menggunakan platform berbeda dalam meneliti vaksin.

"Vaksin merah putih, kami sudah identifikasi ada enam institusi yang lakukan penelitian vaksin Covid-19. Hal itu menunjukan kepedulian dari para ahli dan akademisi kita. Enam itu di antaranya Lembaga Eijkman, LIPI, UI, UGM, ITB, dan (Universitas) Airlangga. Menariknya enam institusi itu menggunakan platform berbeda. Jadi nanti akan muncul enam versi vaksin," kata Bambang dalam webinar BNPB, Selasa (27/10/2020).

Dari enam vaksin tersebut, menurutnya, vaksin paling cepat selesai adalah buatan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang menggunakan platform subunit rekombinan. Prosesnya hingga saat ini tengah bersiap dilakukan pengujian terhadap hewan.

Ia berharap, uji terhadap hewan itu menunjukan hasil baik, sehingga pada akhir tahun bibit vaksin yang sudah dianggap teruji itu bisa diserahkan ke Biofarma.

"Nanti Biofarma akan melakukan produksi skala kecil, terutama juga melakukan uji klinis. Tentunya nanti BPOM yang memutuskan apakah vaksin bisa digunakan secara massal," jelasnya.

Bambang menjelaskan bahwa vaksin Merah Putih pada dasarnya menggunakan isolasi transmisi virus yang ada di Indonesia. Menurutnya, sebagai negara dengan jumlah penduduk banyak, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan produksi vaksin di luar negeri. Karena itu perlu turut andil dalam pembuatan vaksin Covid-19.

Hanya saja, diakuinya, penelitian vaksin tersebut terkendala lantaran beberapa bahan yang harus diimpor dari luar negeri. Juga tekanan untuk mempercepat waktu penelitian.

"Riset vaksin Covid ini di luar kebiasaan. Karena biasanya riset vaksin butuh waktu sangat lama. Misal vaksin HIV, ebola yang sampai sekarang belum ada vaksinnya. Kedua juga ada bahan-bahan yang diimport, misal sel mamalia. Bahkan hewan uji coba harus diimport juga. Ini yang kadang membuat delay proses penelitian kita," ujarnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Covid-19 AstraZeneca Menghasilkan Kekebalan pada Orang Tua

Vaksin Covid-19 AstraZeneca Menghasilkan Kekebalan pada Orang Tua

Health | Selasa, 27 Oktober 2020 | 06:53 WIB

Jokowi Minta Erick Thohir Siapkan Jurus Jitu Cegah Hoaks Soal Vaksin Covid

Jokowi Minta Erick Thohir Siapkan Jurus Jitu Cegah Hoaks Soal Vaksin Covid

News | Senin, 26 Oktober 2020 | 17:20 WIB

Rusia hingga India, Simak 5 Negara Jagoan Pengembang Vaksin Covid-19

Rusia hingga India, Simak 5 Negara Jagoan Pengembang Vaksin Covid-19

Health | Senin, 26 Oktober 2020 | 15:00 WIB

Terkini

PI Migas Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Pemprov Sulsel dan Wajo Dapat 'Durian Runtuh'

PI Migas Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Pemprov Sulsel dan Wajo Dapat 'Durian Runtuh'

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 08:47 WIB

Lebih dari Sekadar Ilmu, Pengalaman Ini Mengajarkan Generasi Muda Arti Kepedulian

Lebih dari Sekadar Ilmu, Pengalaman Ini Mengajarkan Generasi Muda Arti Kepedulian

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 08:42 WIB

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:38 WIB

Tuding GMNI Underbow PKI, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dilaporkan ke Bareskrim!

Tuding GMNI Underbow PKI, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dilaporkan ke Bareskrim!

News | Rabu, 23 September 2026 | 08:37 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Volume Tabung Jika Hanya Diketahui Keliling Alas dan Tingginya?

Bagaimana Cara Menghitung Volume Tabung Jika Hanya Diketahui Keliling Alas dan Tingginya?

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 08:35 WIB

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 08:30 WIB

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 08:26 WIB

Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen

Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 08:20 WIB

Game Battle Makin Kompetitif, Format VGC 202627 Resmi Digelar di Asia

Game Battle Makin Kompetitif, Format VGC 202627 Resmi Digelar di Asia

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 08:20 WIB

4 Low pH Cleanser Lokal Berbahan Aloe Vera Buat Kulit Sensitif Tetap Lembap

4 Low pH Cleanser Lokal Berbahan Aloe Vera Buat Kulit Sensitif Tetap Lembap

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 08:10 WIB

×