alexametrics

Ilmuwan London: Kekebalan pada Virus Corona Turun 26 Persen dalam 3 Bulan

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Ilmuwan London: Kekebalan pada Virus Corona Turun 26 Persen dalam 3 Bulan
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Ilmuwan London mengatakan semua orang berisiko terinfeksi virus corona pada gelombang kedua, meskipun sudah pernah terinfeksi dan sembuh.

Suara.com - Sebuah penelitian besar di Inggris memperingatkan, jutaan orang masih berisiko tertular virus corona Covid-19, meskipun mereka sudah pernah terinfeksi.

Ilmuwan di Imperial College London mengatakan kekebalan tubuh terhadap virus corona itu semakin berkurang. Mereka mencatat adanya penurunan tingkat kekebalan yang mencapai 26 persen dalam tes antibodi positif dalam 3 bulan.

Mereka memperkirakan hanya 4,4 persen orang yang memiliki antibodi bisa mendeteksi virus corona Covid-19 pada awal lonjakan kedua virus corona Covid-19.

Studi itu menunjukkan bahwa kekebalan terhadap virus corona Covid-19 hanya bertahan beberapa bulan. Hal ini membuat jutaan orang berisiko tertular virus lagi pada gelombang kedua pandemi.

Baca Juga: Profil Fahrurrozi Ishaq, Gubernur Tandingan Ahok Meninggal Karena Covid-19

Studi REACT, salah satu penelitian terbesar yang melacak penyebaran virus corona pun menemukan orang yang dinyatakan positif terinfeksi dan menunjukkan gejala umum justru memiliki antibodi terkuat.

Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Sementara itu, orang tua dan orang yang terinfeksi virus corona tanpa gejala justru memiliki tingkat antibodi lebih rendah.

Profesor Graham Cooke, dari Imperial College London, mengatakan penting untuk dicatat bahwa sebagian besar penduduk masih rentan terhadap infeksi.

Tapi, dia mengatakan para ilmuwan berharap SARS-CoV-2 berperilaku seperti virus corona lainnya. Sehingga infeksi ulang virus corona lebih ringan.

"Gambaran besarnya di sini adalah sebagian besar orang menjadi lebih rentan setelah gelombang pertama pandemi. Kebutuhan akan vaksin juga masih sangat besar," kata Profesor Cooke dikutip dari The Sun.

Baca Juga: Cegah Virus Corona, Perkuat Kekebalan Tubuh dengan Vitamin D dan Zinc

Pada beberapa virus, seperti campak dan antibodi flu bisa dideteksi selama bertahun-tahun setelah infeksi. Tapi, para ilmuwan mengatakan antibodi virus corona cenderung mengikuti pola virus corona jenis lain dan menurun setelah 6 hingga 12 bulan infeksi.

Komentar