Ahli Virologi Ungkap Rahasia Vaksin Covid-19 Bisa Dibuat Sangat Cepat

Bimo Aria Fundrika

Senin, 02 November 2020 | 16:37 WIB
Ahli Virologi Ungkap Rahasia Vaksin Covid-19 Bisa Dibuat Sangat Cepat
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Untuk menemukan sebuah vaksin akan suatu penyakit biasanya dibutuhkan waktu yang relatif lama, bahkan bisa hingga bertahun-tahun.

Tapi, kini dalam situasi pandemi, vaksin Covid-19 bisa diciptakan dalam waktu yang relatif singkat, yakni hanya kurang lebih satu tahun.

Lantas, sebenarnya apa rahasia yang membuat vaksin Covid-19 bisa diproduksi dalam waktu yang relatif cepat?

"Kalau zaman dulu pertama tentu harus dapat agen dulu yang murni dan diperbanyak dan disiapkan buat vaksin itu yang seringkali lama" ujar  Ahli Virologi Universitas Udayana Bali, Prof Ngurah Mahardika, dalam webinar Forum Merdeka Barat 9, di YouTube, Senin, (2/11/2020).

Petugas kesehatan menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). [ANTARA FOTO/M Agung Rajasa]
Petugas kesehatan menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). [ANTARA FOTO/M Agung Rajasa]

Sedangkan untuk sekarang, juga bisa menggunakan agen pertama seperti pada vaksin Sinovac yang menggunakan agen Covid-19 murni. Namun, menurut Ngurah, ada juga teknologi lain yang memungkinkan vaksin bisa diproduksi dengan lebih cepat.

"(Kita cukup) tahu gennya tidak perlu virus kemudian sintetik, jadi bisa sangat cepat, jadi jaman dulu butuh waktu lama untuk menemukan bibitnya sekarang butuh waktu satu sampai dua bulan saja," ujar Ngurah.

Selain itu, situasi pandemi saat jutaan orang telah tertular virus corona juga membuat vaksin Covid-19 butuh proses percepatan. Tentunya ini berbeda dengan situasi di luar pandemi, saat penyakit relatif bisa dikendalikan.

"Kalau penyakit biasa-biasa bisa berleha leha tapi untuk pandemi ini jaminan akses vaksin yang murah, yang baik dan yang sama rata untuk semua penduduk dunia," ujar Ngurah.

"Jadi tergantung fasenya apakah sudah lazim atau pandemi, untuk pandemi dimugkinkan untuk akselerasi sehingga jadi lebih cepat."

baca juga

Meski dibuat dengan proses akselerasi, namun, Ngurang menegaskan bahwa kualitas dan keamanan tetap menjadi yang utama.

Jaminan keamanan, lanjut Ngurah, adalah suatu hal yang tidak bisa dikompromi.

"Untuk vaksin aman itu prosesnya panjang untuk kualitas daya guna tidak ada kompromi sama sekali semua sesuai proses, hanya proses regulasi yang dipercepat," ujar Ngurah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik, Vaksin Covid-19 yang Dikembangkan China diklaim Aman

Kabar Baik, Vaksin Covid-19 yang Dikembangkan China diklaim Aman

Health | Senin, 02 November 2020 | 13:12 WIB

Kelompok Pertama Relawan Vaksin Covid-19 Siap Disuntik di Israel

Kelompok Pertama Relawan Vaksin Covid-19 Siap Disuntik di Israel

Health | Minggu, 01 November 2020 | 22:15 WIB

Studi Kemenkes: Hampir 30 Persen Masyarakat Ragu dengan Vaksin Covid-19

Studi Kemenkes: Hampir 30 Persen Masyarakat Ragu dengan Vaksin Covid-19

Health | Minggu, 01 November 2020 | 08:40 WIB

Terkini

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

PDCA dan Suggestion System, Dua Cara Mengajak Karyawan Aktif Berinovasi

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 22:06 WIB

×