Jaga Kesehatan Mental Anak selama Sekolah di Rumah, Simak 4 Tips Ini

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 03 November 2020 | 13:17 WIB
Jaga Kesehatan Mental Anak selama Sekolah di Rumah, Simak 4 Tips Ini
Ilustrasi anak belajar di rumah (shutterstock)

Suara.com - Saat sekolah di rumah, anak-anak terbebani dengan beban akademis serta kesulitan untuk bersosialisai dengan teman sebayanya sehingga berefek pada kesehatan mental.

Melansir dari Insider, Emma Seppälä seorang peneliti di Yale's Center for Emotional Intelligence menjelaskan bahwa tingkat stres yang lebih tinggi dapat menyebabkan masalah fokus, kreativitas menurun, sulit mengambil keputusan, dan prestasi akademik menurun.

Untuk mengatasi persoalan mental anak, Amanda Fialk yang merupakan Mitra dan Kepala Layanan Klinis menyarankan empat teknik menghilangkan stres pada anak di usia sekolah, antara lain:

1. Olahraga

Berolahraga seperti naik sepeda merupakan salah satu bentuk olahraga yang dapat dilakukan anak untuk menghilangkan stres dan tetap fokus di sekolah.

Olahraga terbukti dan direkomendasikan untuk meredakan stres karena mengurangi kadar hormon stres kortisol dan melepaskan hormon endorfin yang bisa membuat Anda nyaman serta relaks.

Menurut sebuah studi pada tahun 2006 menunjukkan bahwa siswa yang aktif secara fisik memiliki kemungkinan 20 persen lebih tinggi untuk mendapatkan nilai A dalam Matematika atau Bahasa Inggris.

Ilustrasi makanan bergizi. (Shutterstocks)
Ilustrasi makanan bergizi. (Shutterstocks)

2. Meditasi

Meditasi bagus untuk anak baik ketika stres atau tidak. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berlatih meditasi baik untuk wilayah otak yang berhubungan dengan pengambilan keputusan, perilaku sosial, dan fokus.

Para peneliti telah menemukan bahwa meditasi dapat mempertajam fokus, memori, dan kemampuan belajar.

3. Konsumsi Makanan Bergizi

Makanan utuh seperti buah-buahan dan sayuran segar sarat dengan vitamin dan mineral yang penting untuk kesehatan mental maupun fisik.

4. Pergi ke Alam Bebas

Menghabiskan waktu di alam bebas memiliki banyak manfaat pada kesehatan mental. Sebuah studi tahun 2020 oleh Cornell University menyimpulkan bahwa menghabiskan sedikitnya 10 menit di luar ruangan menyebabkan rasa bahagia.

Siswa yang menghabiskan sebanyak 50 menit di luar ruangan juga menunjukkan penurunan tekanan darah dan detak jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menanggulangi Problem Kesehatan Mental Narapidana di Dalam Penjara

Menanggulangi Problem Kesehatan Mental Narapidana di Dalam Penjara

Your Say | Selasa, 03 November 2020 | 11:35 WIB

Waspada, 5 Penyakit Serius Ini Justru Sering Diabaikan Oleh Pria!

Waspada, 5 Penyakit Serius Ini Justru Sering Diabaikan Oleh Pria!

Health | Senin, 02 November 2020 | 16:25 WIB

Studi Inggris: Sekolah Daring Malah Turunkan Risiko Kecemasan Remaja

Studi Inggris: Sekolah Daring Malah Turunkan Risiko Kecemasan Remaja

Health | Senin, 02 November 2020 | 14:25 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB