Disebut Tak Bermanfaat, Remdesivir Tetap Jadi Obat Covid-19 di Jerman

M. Reza Sulaiman

Rabu, 04 November 2020 | 12:43 WIB
Disebut Tak Bermanfaat, Remdesivir Tetap Jadi Obat Covid-19 di Jerman
Ilustrasi obat Covid-19 remdesivir. (Dok. Elements.envato)

Suara.com - Klaim manfaat remdesivir yang rendah bagi pasien Covid-19 tidak membuat pemerintah Jerman mengurungkan niat pembelian obat tersebut.

Bahkan, Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn pada Selasa (3/11) mempertahankan keputusannya untuk membeli pasokan tambahan remdesivir guna mengobati Covid-19.

Menurut dia, obat antivirus buatan Gilead itu bermanfaat, terutama di awal perjalanan penyakit.

"Karena dapat diterima di beberapa kondisi dan karena tingginya kebutuhan, kami telah mengamankan pasokan tambahan remdesivir," kata Spahn saat konferensi pers, dilansir ANTARA.

Jerman pada Senin mengatakan telah meminta sekitar 5 persen dari pasokan remdesivir di bawah kontrak Uni Eropa dan Gilead selama enam bulan, meski kontrak tersebut dikritik lantaran minimnya bukti keampuhan remdesivir dalam pengobatan Covid-19.

Para pakar telah meminta Brussels agar menegosiasikan kontrak senilai 1 miliar euro (sekitar Rp 17 triliun) yang disepakati bulan lalu setelah remdesivir menunjukkan hasil yang buruk dalam uji klinis berskala besar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ketua asosiasi DIVI Jerman untuk perawatan intensif, Uwe Janssens, mengatakan Uji Klinis Solidaritas WHO tentang remdesivir belum dilakukan tinjauan sejawat oleh pakar eksternal.

"Inilah alasan bagi kami untuk melihatnya secara hati-hati," katanya, seraya mengatakan bahwa dirinya yakin bahwa penggunaan remdesivir dalam tahap awal pengobatan dapat diterima.

Para dokter Swiss mengatakan kepada Reuters bahwa mereka juga masih menggunakan remdesivir di rumah sakit.

baca juga

Manfaat Remdesivir Bagi Pasien Covid-19

Penelitian menemukan pasien yang menerima remdesivir dapat membaik dan pulih lebih cepat, cenderung tidak mengembangkan Covid-19 menjadi penyakit parah, bisa pulang dari rumah sakit lebih cepat, dan memiliki tingkat kematian lebih rendah sebesar 11,4 persen.

Berdasarkan temuan positif ini, peneliti menarik kesempulan bahwa semua pasien infeksi virus corona harus menerima obat ini.

Namun, karena biayanya cukup besar, yakni USD 2.340 (sekitar Rp34,5 juta) untuk merawat satu pasien, jadi penggunaan terhadap semua pasien masih perlu dipertimbangkan.

Di sisi lain penggunaan obat apa pun juga berpotensi menimbulkan konsekuensi negatif. Remdesivir pun belum ada cukup lama untuk memiliki rekam jejak dalam keamanannya, dan laporan efek samping pada pasien Covid-19 terus bertambah.

Perlu diingat bahwa ACTT-1 adalah uji coba yang relatif kecil dan pasien yang sakit parah mungkin lebih mendapatkan manfaat remdesivir.

Analisis subkelompok lain menunjukkan pasien Covid-19 yang menerima gabungan obat deksametason dan remdesivir diketahui memiliki hasil yang baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Batuk Kering Bikin Susah Tidur? Ini 6 Pilihan Obat Ampuh di Apotek Mulai Rp14 Ribuan!

Batuk Kering Bikin Susah Tidur? Ini 6 Pilihan Obat Ampuh di Apotek Mulai Rp14 Ribuan!

Health | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Efisiensi Anggaran Kesehatan Jangan Membuat Pasien BPJS Kehilangan Obat

Efisiensi Anggaran Kesehatan Jangan Membuat Pasien BPJS Kehilangan Obat

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Profesor Jerman Sorot Pola Lama, Kementrans Gunakan Pendekatan Baru Transmigrasi di Rempang

Profesor Jerman Sorot Pola Lama, Kementrans Gunakan Pendekatan Baru Transmigrasi di Rempang

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Selama Ini Dikenal untuk Transfusi, Ternyata Plasma Darah Bisa Diolah Menjadi Obat

Selama Ini Dikenal untuk Transfusi, Ternyata Plasma Darah Bisa Diolah Menjadi Obat

Health | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:26 WIB

Merck Perkuat Bisnis Obat Resep di Tengah Berakhirnya Kontrak dengan P&G

Merck Perkuat Bisnis Obat Resep di Tengah Berakhirnya Kontrak dengan P&G

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:46 WIB

Bukan Sekadar Alat Bantu, AI Kini Diandalkan Ilmuwan untuk Temukan Obat Penyakit Kompleks

Bukan Sekadar Alat Bantu, AI Kini Diandalkan Ilmuwan untuk Temukan Obat Penyakit Kompleks

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:44 WIB

John Herdman Bidik Amunisi Baru,, Pemain Jerman Ini Tawarkan Diri via Tiktok

John Herdman Bidik Amunisi Baru,, Pemain Jerman Ini Tawarkan Diri via Tiktok

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:13 WIB

Shopee Farma Distribusikan Obat ke 3 Wilayah NTT

Shopee Farma Distribusikan Obat ke 3 Wilayah NTT

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:17 WIB

Minum Obat Hipertensi Bikin Ginjal Rusak? Profesor Jantung: Salah Kaprah Mendarah Daging

Minum Obat Hipertensi Bikin Ginjal Rusak? Profesor Jantung: Salah Kaprah Mendarah Daging

Health | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Oseltamivir Obat Apa? Diburu saat Influenza A Merebak, Kemenkes Imbau Tak Panic Buying

Oseltamivir Obat Apa? Diburu saat Influenza A Merebak, Kemenkes Imbau Tak Panic Buying

Health | Selasa, 29 September 2026 | 11:24 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×