Moluskum Kontagiosum, Infeksi Kulit Mirip Jerawat yang Jarang Diketahui

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 04 November 2020 | 14:29 WIB
Moluskum Kontagiosum, Infeksi Kulit Mirip Jerawat yang Jarang Diketahui
Ilustrasi infeksi kulit mirip jerawat.(Shutterstock)

Suara.com - Kulit lapisan epidermis atau bagian luar bisa terkena infeksi virus yang menyebabkan penyakit moluskum kontagiosum (MK). Penyakit itu seringkali disalahkenali karena bentuknya yang mirip dengan jerawat.

Meski bentuknya mirip, moluskum umumnya muncul di area yang justru tidak pernah ada jerawat. Dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Anthony Handoko, SpKK. mengatakan MK bisa dialami oleh orang dewasa juga anak-anak. Namun, letaknya berbeda.

"Jika ditemukan pada anak itu dianggap infeksi kulit. Kalau pada orang dewasa moluskum itu infeksi menular seksual," kata dokter Anthony dalam webinar 'Moluskum Kontagiosium: Jerawat Genital yang Mengganggu', Rabu (4/11/2020).

Pada orang dewasa disebut infeksi menular seksual (IMS) karena memang paling banyak terjadi penularannya disebabkan berhubungan seks, jelas dokter Anthony. Sedangkan pada anak-anak lantaran kontak non seksual seperti berpegangan tangan atau bersentuhan erat dengan pasien moluskum.

Sehingga, kemunculan moluskum pada orang dewasa kebanyakan pada sekitar organ intim. Sementara anak-anak di bagian kulit yang tipis seperti lipatan tangan, kaki, juga ketiak.

"Penularan seksual maupun nonseksual terjadi karena ada kontak kulit yang erat dan sering. Karena moluskul penyakit yang hanya berada di lapisan kulit atas maka virus biasanya hanya menyerang kulit tipis. Pada lipatan paling sering," ucap dokter di klinik kulit Pramudia itu.

Diakui Anthony, penyakit MK masih awam di masyarakat. Karena bentuknya yang mirip dengan jerawat ataupun ruam dan eksema pada anak. Terlebih moluskum kontagiosum juga hampir tidak ada gejala sama sekali.

"Hampir semua pasien yang berobat tidak merasa apa-apa. Nggak gatal, nggak nyeri. Kalaupun gatal ringan, kemungkinan karena ada eksema atau dermatitis atopi. Tapi bentuknya sangat khas. Mirip sekali dengan jerawat tapi letaknya bukan seperti di lokasi jerawat. Warnanya merah muda atau putih," jelasnya.

Namun seperti umumnya infeksi kulit, jika moluskum digaruk, jumlahnya bisa semakin banyak. Dokter Anthony mengatakan, kondisi itu juga termasuk cara penularan yang disebut autoinokulasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Asal Coba Chemical Peeling, Ketahui Dulu Efek Sampingnya

Jangan Asal Coba Chemical Peeling, Ketahui Dulu Efek Sampingnya

Health | Selasa, 03 November 2020 | 07:10 WIB

Dokter Kulit: Makan Kacang Tidak Sebabkan Jerawat Tambah Banyak

Dokter Kulit: Makan Kacang Tidak Sebabkan Jerawat Tambah Banyak

Health | Senin, 02 November 2020 | 14:39 WIB

Beragam Penyebab Munculnya Jerawat di Wajah, Hindari Hal-hal Berikut Ini!

Beragam Penyebab Munculnya Jerawat di Wajah, Hindari Hal-hal Berikut Ini!

Health | Senin, 02 November 2020 | 13:31 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB