Hari Pneumonia Dunia, Kenali Gejalanya Pada Anak

Bimo Aria Fundrika, Luthfi Khairul Fikri

Kamis, 05 November 2020 | 19:05 WIB
Hari Pneumonia Dunia, Kenali Gejalanya Pada Anak
Ilustrasi anak mengalami pneumonia (Shutterstock)

Suara.com - Tanggal 12 November 2020 mendatang diperingati sebagai Hari Pneumonia Dunia (HPD). Pneumonia sendiri merupakan penyakit radang pada paru-paru yang disebabkan oleh infeksi. Hal ini tentu sangat berbahaya terutama bagi anak-anak.

Selain itu, pneumonia juga sering terlambat disadari oleh kebanyakan orang karena gejala awalnya yang sulit dibedakan dengan penyakit pernapasan lain yang ringan seperti pilek dan selesma (common cold).

Akibatnya, banyak anak-anak yang mengidap pneumonia tidak mendapatkan perawatan yang seharusnya dan berdampak fatal pada kesehatan mereka.

Mengutip situs UNICEF Indonesia, pada tahun 2018, diperkirakan terjadi sekitar 19.000 anak meninggal dunia akibat pneumonia. Estimasi global menunjukkan bahwa setiap satu jam ada 71 anak di Indonesia yang tertular pneumonia.

Selain itu, pneumonia juga sebagai penyebab kematian balita kedua di Indonesia setelah persalinan preterm dengan prevalensi 15.5 persen. 

Ilustrasi pneumonia [shutterstock]
Ilustrasi pneumonia [shutterstock]

Ketua Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Dr.dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K) mengatakan orang tua perlu cermati sejak dini tanda-tanda anak mengidap Pneumonia.

“Upaya perlindungan perlu ditingkatkan agar anak Indonesia bukan saja terhindar dari Covid-19, tapi juga terhindar dari penyakit mematikan lain seperti Pneumonia,” ujar Nastiti dalam pernyataannya seperti rilis yang diterima Suara.com, Kamis (5/11/2020).

Berikut kenali gejala pneumonia terhadap anak, diantaranya:

1. Anak Mengalami Batuk dan Demam Berkelanjutan

baca juga

Gejala awal pneumonia adalah gejala yang menyerupai selesma (common cold) seperti batuk, pilek dan demam yang disertai lemas dan lesu yang berkepanjangan. Gejala pneumonia biasanya bertahan relatif lebih lama daripada gejala pilek dan batuk karena selesma. 

2. Kesulitan Bernapas

Anak-anak yang mengidap pneumonia sering mengalami kesulitan bernapas yang ditandai dengan frekuensi napas lebih cepat, napas cuping hidung, tarikan dinding dada dan perut, serta bibir dan kuku yang membiru akibat kekurangan oksigen dalam darah.

Kesulitan bernapas pada bayi lebih mudah diketahui ketika beraktivitas atau makan. Bayi yang mengalami kesulitan bernafas akan memprioritaskan mekanisme tubuhnya untuk bernapas sehingga ia akan makan lebih sedikit, gelisah, rewel, atau terlihat tidak nyaman.

Di Hari Pneumonia Dunia, Nastiti juga mengkampanyekan STOP pneumonia yang berisi pesan:

1. S = ASI eksklusif enam bulan, menyusui ditambah MPASI sampai dua tahun
2. T = Tuntaskan imunisasi untuk anak
3. O = Obati ke fasilitas kesehatan jika anak sakit, dan
4. P = Pastikan kecukupan gizi anak dan hidup bersih sehat

Kampanye STOP pneumonia ini juga sebagai penyadaran dan perubahan perilaku masyarakat. Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut perihal edukasi dan informasi terkait pneumonia bisa mengunduh melalui Stoppneumonia.id.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh, Pneumonia Jadi Sebab Kematian Tertinggi pada Balita

Duh, Pneumonia Jadi Sebab Kematian Tertinggi pada Balita

Health | Kamis, 05 November 2020 | 15:55 WIB

Cegah Pneumonia dengan Menerapkan 4 Gaya Hidup Sehat Berikut!

Cegah Pneumonia dengan Menerapkan 4 Gaya Hidup Sehat Berikut!

Health | Senin, 02 November 2020 | 07:20 WIB

Sedang Digandrungi, Ketahui Dampak Berbahaya Lilin Aroma

Sedang Digandrungi, Ketahui Dampak Berbahaya Lilin Aroma

Health | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 12:35 WIB

Terkini

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB