alexametrics

Bangkit dari Covid-19, Mampukah Indonesia Putar Balik Jadi Negara Maju?

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Bangkit dari Covid-19, Mampukah Indonesia Putar Balik Jadi Negara Maju?
Menristek, Bambang Brodjonegoro dalam jumpa pers virtual, Rabu (2/9/2020). [Kemenristek]

Untuk bisa bangkit dari pandemi dan menjadi negara maju, Indonesia wajib menguasai ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi teknologi.

Suara.com - Meluasnya pandemi Covid-19 memang berdampak pada berbagai lini kehidupan, dari sektor kesehatan hingga ekonomi, yang sudah menghantarkan Indonesia ke jurang resesi.

Tapi bukan berarti Indonesia tidak bisa memutarbalik keadaan. Menteri Riset dan Tekonologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro percaya jika pandemi Covid-19 bisa jadi batu lonjatan, dan ubah status Indonesia dari negara berkembang jadi negara maju.

Kata Bambang, syaratnya Indonesia harus kuasai ilmu pengetahuan, riset dan inovasi teknologi.

"Sumber daya manusia Indonesia sebagai basis pengembangan dan penguatan daya saing bangsa, mewujudkan Indonesia menjadi 10 besar perekonomian dunia pada tahun 2035, dan menjadi salah satu negara maju pada tahun 2045," ujar Bambang dalan acara Kalbe Science Awards (RSKA) 2021, Selasa (10/11/2020).

Baca Juga: Tangkal Covid-19: Minum Jamu Secara Teratur

Optimisme menyelimuti Bambang, karena selama pandemi Covid-19 banyak peneliti Indonesia yang sudah mengembangkan dan menciptakan produk riset hasil penelitian dalam negeri. Baik produk yang berasal dari lembaga penelitian pemerintah ataupun perguruan tinggi Indonesia.

"Artinya meskipun dalam masa krisis kemauan dan motivasi para peneliti berkreasi menciptakan inovasi begitu besar. Mari kita bersama-sama mendukung, baik dari pemerintah maupun mitra industri untuk mengakselerasikan kegiatan riset dan inovasi, demi kemandirian bangsa Indonesia terutama pada teknologi kesehatan," jelas Bambang.

Adapun berbagai produk yang berhasil diciptakan ilmuwan dan peneliti Indonesia selama pandemi Covid-19, di antaranya adalah ventilator karya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran (UNPAD), dan YPM Salman.

Ventilator buatan peneliti Indonesia ini berhasil lolos uji Kemenkes RI, dan mampu menjawab kebutuhan pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan dengan ventilator.

Selanjutnya ada rapid diagnostic testing bekerja seperti Tes Cepat Molekuler (TCM) yang juga bisa mendiagnosis Covid-19.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Tekor APBN Masih Lebih Baik

Ada juga mobil laboratorium Bio Safety Level (BSL) 2, yaitu laboratorium yang bisa mobile bergerak memeriksa sampel dari swab tas PCR.

Komentar