Sama-sama 90 Persen Efektif, Apa Bedanya Vaksin Moderna dan Pfizer?

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Selasa, 17 November 2020 | 09:27 WIB
Sama-sama 90 Persen Efektif, Apa Bedanya Vaksin Moderna dan Pfizer?
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Sama-sama memiliki efektivitas terhadap Covid-19 hingga lebih dari 90 persen, baik Pfizer dan Moderna sedang mengumpulkan data keamanan. Hal ini dilakukan untuk keperluan persetujuan penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Melansir dari Fox News, Pfizer sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya berharap data keamanan tersebut akan tersedia pada minggu ketiga November. Sementara Moderna mengharapkan untuk mengajukan persetujuan FDA dalam beberapa minggu ke depan. Moderna baru mengumumkan efektivitas vaksinnya pada Senin (16/11/2020).

Dalam penyuntikan, kedua kandidat vaksin memberikan dua dosis suntikan ke lengan dengan jarak penyuntikan beberapa minggu ke relawan. Pfizer akan memberikan suntikan berselang 21 hari sementara Moderna 28 hari.

"Ini seperti vaksin biasa, Anda membersihkan lengan Anda dengan sedikit produk untuk memastikan Anda tidak terkontaminasi, Anda menyuntikkan vaksin dan Anda memasang Band-Aid hanya itu," kata Stephane Bancel, CEO Moderna, kepada Fox News.

Pfizer dan Moderna menggunakan teknologi gen berbasis messenger RNA (mRNA) di mana mereka menyuntikkan protein lonjakan ke dalam sel sehat untuk memicu respons kekebalan. Namun, meskipun sama-sama menggunakan mRNA, keduanya memiliki perbedaan dalam kemudahan pengguanaan. 

Bancel mengatakan kepada Fox Business bahwa moderna memiliki masa simpan enam bulan di freezer biasa, pada suhu minus 20 derajat Celcius dan bertahan hingga 30 hari di lemari es sehingga mudah dijangkau. 

“Freezer tersebut banyak tersedia di pusat distribusi farmasi, jadi itu tidak masalah,” kata Bancel.

Sementara vaksin Pfizer harus disimpan pada suhu minus 70 derajat Celcius atau di bawahnya. Penyimpanan di suhu dingin tentu akan sangat berpengaruh pada keterjangkauan terutama di negara-negara  panas atau daerah dengan listrik yang tidak stabil sehingga pendingin tidak terjamin. 

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

“Logistik pendistribusian vaksin Pfizer, jika terbukti aman dan efektif, tidak diragukan lagi akan menjadi tugas yang sangat besar,” kata Andrew Peterson, asisten profesor filsafat di Universitas George Mason, sebelumnya kepada Fox News.

baca juga

“Di luar tantangan pengangkutan vaksin secara fisik melalui udara dan darat ke pusat distribusi di seluruh Amerika dan internasional, ada kendala tambahan dalam menjaga vaksin pada suhu di bawah nol,” imbuhnya. 

Moderna sendiri mengharapkan bisa memproduksi 20 juta dosis siap pada pada akhir tahun. Sedangkan distribusi vaksin Pfizer mungkin akan dimulai pada akhir November secara bertahap, yakni sekitar 20 juta dosis per bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Moderna 94 Persen Efektif Cegah Infeksi dan Tekan Keparahan Covid-19

Vaksin Moderna 94 Persen Efektif Cegah Infeksi dan Tekan Keparahan Covid-19

Health | Selasa, 17 November 2020 | 07:54 WIB

Vaksin Pfizer Tak Cocok untuk Negara Berkembang? Ini Penjelasan Pakar

Vaksin Pfizer Tak Cocok untuk Negara Berkembang? Ini Penjelasan Pakar

Health | Senin, 16 November 2020 | 17:43 WIB

Alami Efek Samping Ringan, Relawan Vaksin Moderna Demam dan Nyeri Lengan

Alami Efek Samping Ringan, Relawan Vaksin Moderna Demam dan Nyeri Lengan

Health | Sabtu, 14 November 2020 | 16:03 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×