Sekolah Mau Dibuka, Perlukah Guru dan Penjaga Sekolah Jalani Swab Test?

Sabtu, 21 November 2020 | 06:30 WIB
Sekolah Mau Dibuka, Perlukah Guru dan Penjaga Sekolah Jalani Swab Test?
Seorang guru memberikan arahan kepada siswa saat pengumpulan tugas di SD Negeri 2 Tlogolele, Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (16/11/2020). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho]

Suara.com - Jika kesehatan tenaga medis selalu dilakukan monitoring dengan setiap dua minggu sekali menjalani swab test untuk mendeteksi Covid-19, ada kekhawatiran yang sama saat sekolah dibuka.

Maka perlukah para guru dan petugas sekolah juga rutin dilakukan tes yang sama?

Konsultan respirologi anak dari Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K) menyebut bahwa langkah itu idealnya perlu dilakukan sebagai skrining dan monitoring, seiring rencana pembelajaran tatap muka atau sekolah offline akan dibuka kembali pada Januari 2021 mendatang.

"Kalau IDAI ditanya bagaimana yang seharusnya, itu yang ideal dilakukan swab secara berkala (kepada guru dan petugas sekolah)," ujar dr. Nastiti saat dihubungi suara.com, Jumat (20/11/2020).

WNA pencari suaka di Kota Tangerang Selatan menjalani tes swab, di Komplek Jambusari, Pisangan, Ciputat Timur, Rabu (28/10/2020). [Suara.com/Wivy Hikmatullah]
Ilustrasi tes swab. [Suara.com/Wivy Hikmatullah]

Sayangnya, IDAI tidak diikutsertakan dalam pengambilan keputusan ini dan sepenuhnya diputuskan pemerintah daerah (Pemda), pihak sekolah dan orangtua siswa.

Terlepas dari itu, kata dr. Nastiti metode monitoring swab test Covid-19 di sekolah telah diterapkan oleh negara yang dianggap sukses mengendalikan Covid-19, yaitu Korea Selatan, Jepang dan Australia.

"Idealnya memang dilakukan monitoring dengan cara di-swab. Itu yang terjadi di Korea Selatan, di Jepang, di Australia. Ketika dilakukan swab massal, ketika ada yang positif atau banyak yang positif (Covid-19), sekolahnya ditutup lagi selama 2 minggu. Nanti di-swab lagi," jelas dr. Nastiti.

Sekadar informasi, akibat adanya sederet permasalahan belajar online, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim bersama Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia mengeluarkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam panduan itu berisi keterangan yang mengizinkan sekolah untuk kembali melakukan pembelajaran tatap muka, dimulai pada Januari 2021 mendatang. Tapi keputusan seutuhnya diserahkan ke pemerintah daerah (Pemda) yang dianggap mampu menilai kondisi pandemi Covid-19 di wilayahnya.

Baca Juga: Januari 2021 Masuk Sekolah Lagi, IDAI Ingatkan Orangtua Tiga Hal Ini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI